Paslon nomor urut satu, Benny-Radi, menekankan strategi penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Kabupaten Sijunjung, di mana 49,5 persen masyarakatnya bergerak di bidang ini.
“Kami memiliki bibit unggul seperti lapai sirandah, dan masyarakat akan mendapatkan bantuan alat tani untuk meningkatkan produktivitas,” jelas Benny.
Benny juga menekankan perlunya memaksimalkan APBD di sektor pertanian dengan menarik dana pusat.
Ia menyoroti tren peralihan produksi karet ke kelapa sawit karena harga jual yang lebih tinggi, menjadikan rencana pembangunan pabrik karet memerlukan kajian lebih lanjut.
Baca Juga:Simulasi Pemilu di Solok: KPPS Dilatih Antisipasi Masalah di TPS
Selain itu, Radi menyoroti komoditas khas Sijunjung, seperti madu galo-galo, kayu putih, dan kopi, sebagai peluang peningkatan ekonomi bagi kelompok masyarakat.
“Kelompok masyarakat yang sudah ada dapat memanfaatkan komoditas ini dengan baik untuk mendukung ekonomi lokal,” ucap Radi.
Debat ini menjadi momen penting bagi warga Sijunjung untuk mengenal lebih dalam program-program strategis masing-masing Paslon.
Kedua pasangan calon berjanji untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis potensi lokal.
Pemilihan kepala daerah Sijunjung dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2024, dan masyarakat diharapkan dapat memilih calon yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah mereka.
Baca Juga:Klaim Program Sudah Jalan, Petahana Hendri Septa Diserang Dua Penantang di Debat Pilkada Padang
Kontributor : Rizky Islam