Sidang Perdana Kasus Korupsi Pengadaan Dinas Pendidikan Sumbar, JPU Sebut Negara Rugi Rp 5,5 Miliar

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi proyek pengadaan di Dinas Pendidikan Sumbar.

Riki Chandra
Kamis, 03 Oktober 2024 | 15:33 WIB
Sidang Perdana Kasus Korupsi Pengadaan Dinas Pendidikan Sumbar, JPU Sebut Negara Rugi Rp 5,5 Miliar
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Padang menggelar sidang perdana dalam perkara dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Sumbar pada Kamis (3/10/2024). [Dok.Antara]

SuaraSumbar.id - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi proyek pengadaan di Dinas Pendidikan Sumbar, Kamis (3/10/2024).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya menyebut bahwa kerugian negara akibat perbuatan para terdakwa mencapai Rp5,5 miliar. Sidang ini dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Akhmad Fazrinoor Sosilo, dengan anggota Juandra dan Hendri Joni.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh JPU Pitria Erwina, disebutkan bahwa para terdakwa secara bersama-sama melakukan tindakan yang merugikan keuangan negara dalam pengadaan peralatan praktik SMK pada tahun 2021.

"Kerugian negara dalam proyek ini mencapai Rp5.522.079.927," jelas Pitria.

Jaksa menghadirkan tujuh terdakwa dalam sidang korupsi ini, yang terdiri dari kelompok rekanan pengadaan, pihak Dinas Pendidikan Sumbar, dan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Provinsi.

Beberapa nama terdakwa di antaranya adalah Syarifudin (Direktur CV Inovasi Global), Erika (Direktur CV Bunga Tridara), serta Raymon, Kepala Bidang Pembinaan SMK yang juga bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran.

Menurut dakwaan, proyek ini seharusnya dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku. Namun, terjadi manipulasi dalam proses tender proyek tersebut.

Pokja V, yang semula ditunjuk untuk menangani proyek, dibatalkan dan digantikan oleh Pokja VII, yang diduga terlibat dalam persekongkolan dengan para terdakwa. Syaiful Abrar, yang juga seorang guru SMK, meminjam beberapa perusahaan untuk memenangkan tender.

Kasus ini bermula dari pengadaan peralatan praktik utama untuk siswa SMK yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp18,072 miliar, dan pengadaan terbagi menjadi empat sektor: industri, ketahanan pangan, kemaritiman, dan pariwisata.

Dalam proses penyidikan, salah satu terdakwa, Syarifudin, telah mengembalikan uang sebesar Rp60 juta kepada Kejaksaan sebagai barang bukti. Sidang ini akan dilanjutkan pada 14 Oktober dengan agenda mendengarkan eksepsi dari pihak terdakwa terkait dakwaan JPU.

Beberapa terdakwa juga melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Menanggapi hal ini, Hakim Juandra menyatakan bahwa permohonan tersebut akan dipelajari lebih lanjut sebelum Ketua Pengadilan memberikan keputusan. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini