Daftar 60 Akun Google Bisnis Hotel di Sumbar Diretas, Ubah Nomor Rekening

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat 60 akun google bisnis hotel di Sumbar diretas.

Riki Chandra
Senin, 12 Agustus 2024 | 19:00 WIB
Daftar 60 Akun Google Bisnis Hotel di Sumbar Diretas, Ubah Nomor Rekening
Ilustrasi Hotel. [Freepik]

SuaraSumbar.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat 60 akun google bisnis hotel di Sumbar diretas. Peretasan ini telah berlangsung sejak Minggu (11/8/2024) hingga Senin (12/8/2024).

Ketua PHRI Sumbar, Rina Pangeran mengatakan, akun google bisnis hotel-hotel diretas dengan mengganti nomor telepon, WhatsApp hingga nomor rekening ke pribadi.

"Mengganti nomor rekening peretas jika customer melakukan pemesanan kamar hotel dan akan melakukan pembayaran," kata Rina, Senin (12/8/2024).

Menurut Rina, hotel-hotel tidak mengunakan nomor rekening pribadi, melainkan rekening perusahaan (PT). Tindakan ini sangat merugikan masyarakat yang akan melakukan pemesanan dan pembelian kamar hotel.

"Dan akan mentransfer pembayaran ke rekening pribadi para hackers," imbuhnya.

Untuk menarik customer, lanjut Rina, peretas menawarkan harga kamar sangat murah. Sehingga menarik bagi calon customer.

"Kami memberikan himbauan kepada seluruh anggota PHRI se- Sumatera Barat agar selalu mengecek account google bussines hotel masing-masing minimal setiap 30 menit sekali," ungkapnya.

"Karena bisa saja sekarang aman, tapi 10 menit kemudian sudah diretas. Dan hacker ini bekerja sangat cepat, tidak hanya menyerang hotel-hotel di Sumatra Barat, tapi seluruh Indonesia. Hitungan menit per menit ada saja yang melaporkan akun google bussines hotelnya kena bajak," sambung Rina.

Ia mengimbau management hotel agar membuat disclaimer di sosial media dan diblast beramai secara serentak yang menginformasikan kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu dan memastikan kembali setiap melalukan bookingan direct ke hotel.

"Untuk saat ini hanya ini yang bisa dilakukan. Selanjutnya, PHRI akan berkoordinasi dengan BPP PHRI untuk mengambil langkah selanjutnya. Yang pasti, hal ini tidak bisa dibiarkan dan harus segera dihentikan, karena membuat dunia perhotelan kita menjadi kalang kabut dan tercoreng serta akan menimbulkan trust issue ke depan," kata dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini