Festival Maek 2024 Ditabuh, Pertunjukan Membongkar Peradaban Kuno Nagari Seribu Menhir di Limapuluh Kota

Setelah 40 tahun lamanya, akhirnya riset dan penelitian tentang Maek bakal dilanjutkan lagi.

Riki Chandra
Kamis, 18 Juli 2024 | 12:55 WIB
Festival Maek 2024 Ditabuh, Pertunjukan Membongkar Peradaban Kuno Nagari Seribu Menhir di Limapuluh Kota
Festival Maek di Limapuluh Kota resmi dibuka. [Dok.Istimewa]

Di Sumbar sendiri, menhir dan artefak kerangka manusia purba paling banyak ditemukan di maek. Lanjut Jefrinal, hingga saat ini kapan masa hidup dari kerangka-kerangka itu belum dapat. dipastikan.

"Sampel-sampel itu sudah dibawa ke Australia untuk dilakukan carbon dating. Tapi hasilnya masih belum keluar. Kita harapkan kebenaran itu bakal secepatnya terungkap," ucap mantan Kepala Kesbangpol Pemprov Sumbar itu.

Namun dari dugaan saat ini, diperkirakan jasad yang ditemukan di Maek itu berumur 4000 tahun. Berdekatan dengan kapal nabi nuh kira-kira 5000 tahun lalu. Artinya sudah sangat lama ada manusia yang hidup di tanah Minang.

Helat ini turut menghadirkan kolaborasi akademisi, budayawan, dan para seniman dari dalam dan luar negeri. Hal ini menjadi peluang kerja sama untuk mempromosikan adat istiadat budaya di Sumatera Barat.

"Harapan Kita event ini bisa dimanfaatkan oleh anak nagari maek untuk mempertahankan budaya itu semua. Sebab selama ini orang datang bukan hanya saja karena ada peninggalan purbakala di nagari maek. Tapi juga karena ke khasan adat istiadat Maek," ucapnya

Peninggalan sejarah di maek termasuk cagar budaya yang dilindungi Undang-undang di Indonesia. Pemprov Sumbar papar Jefrinal, berkomitmen untuk melestarikan seluruh cagar budaya yang ada, khususnya nagari maek.

Secepatnya ia akan menetapkan Maek sebagai cagar budaya provinsi dan nasional, dan jadi warisan budaya dunia.

"Semoga dengan diselenggarakannya event ini jadi pengingat dan motifasi untuk kita semua mengupayakan impian itu terwujud. sebab warisan dunia merupakan jalan panjang penelitian berbagai disiplin ilmu dan kerumitan birokrasi. Moga moga menhir menyusul WTBOS jadi warisan dunia," ujarnya.

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin yang turut hadir dalam pembukaan juga berjanji bakal melanjutkan festival ini ke depannya.

Begitu Efrizal Hendri Wali Nagari Maek sembari berseloroh dalam sambutannya turut mengamini atensi itu. "Kami masyarakat Maek siap mengurangi minuman manis. Tapi akan menebar senyuman manis. Nagari Maek siap jadi destinasi wisata arkeologi dunia," tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini