"Jadi setelah diantarkan jenazah, pelaku langsung pulang ke Solok. Sehingga semakin tinggi kecurigaan keluarga korban," kata dia.
Usai membunuh istrinya, kata Nanang, pelaku berpura-pura ikut bersedih dan histeris. Hal ini diperlihatkannya saat memberitahu ke orang tuanya bahwa korban telah meninggal.
"Papa korban sempat numpang bermalam tidur juga di tempatnya. Jadi rumahnya ini, rumah petak. Disampaikan ke mertua, istrinya sudah tidak bangun-bangun pura-pura histeris. Dibikin drama," ungkapnya.
Nanang menyebutkan kuat dugaan korban telah meninggal di dalam kamar. Pelaku kemungkinan pada dini hari itu sudah tidur bersama jenazah istrinya. "Sampai jam 6 pagi sudah tidur di samping jenazah. Baru pagi itu diberitahu ke orang tua korban," ucap Nanang.
Polisi Akan Ekshumasi
Untuk mengungkap penyebab kematian, polisi akan segera melakukan ekshumasi makam korban. Menurut Nanang, korban dimakamkan oleh keluarga di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
"Korban dimakamkan bersama anaknya. Rencana kami ingin melakukan autopsi secepatnya.
Kami akan ekshumasi, keluarga setuju. Kami sudah berkoordinasi dengan biddokkes Polda Sumbar," pungkasnya.
Kontributor: Saptra S