SuaraSumbar.id - Wali Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudik, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), berinisial UA, digrebek bersama seorang wanita di penginapan.
UA dituduh berselingkuh, namun ia membantah keras narasi tersebut. "Penggerebekan apa? Selingkuh darimana? Saya berada di luar penginapan dekat kedai kopi saat itu," ujar UA membantah tudingan tersebut, dikutip hari Selasa (9/7/2024).
UA menerangkan, penggerebekan tersebut terjadi di ruang tamu, bukan di kamar penginapan. Penginapan tersebut terdiri dari dua pintu, yaitu pintu ruang tamu dan pintu kamar.
"Yang digerebek oleh sekelompok orang itu ada di ruang tamu, bukan kamar. Pada saat kejadian, saya juga berada di luar penginapan," katanya.
Pernah Gerebek Mantan Istri
Sebelum digrebek warga, UA ternyata juga pernah menggerebek mantan istrinya RN bersama laki-laki duda inisial I.
Peristiwa itu terjadi pada pertengahan Mei 2024 lalu. Video penggerebekan ini juga sempat beredar, namun kini telah dihapus.
Awalnya, kata UA, warga setempat yang resah melaporkan kelakuan mantan istrinya itu kepadanya. Lalu dikakukan pengintaian dan penggerebekan.
“(Lokasinya) rumah milik pria duda itu. Masyarakat sudah resah,” kata UA ketika itu.
UA menyebutkan saat dilakukan penggerebekan, si pria sempat tidak mengaku bahwa ada perempuan di dalam rumahnya. Lalu ketika diperiksa, ternyata didapat RN bersembunyi di balik pintu kamar.
“Saya masuk laki-laki ini keluar dari kamarnya dengan kondisi telanjang dada. Nah, yang mantan istri saya ini bersembunyi di balik pintu kamar. Sempat lari saat dipergoki, lari ke belakang rumah,” ujarnya.
UA mengungkapkan saat digerebek mantan istrinya yang sebagai pegawai puskesmas itu masih berpakaian dinas. “Berpakaian dinas dia. Saya sempat videokan untuk sebagai bukti, takut nanti dibilang rekayasa,” katanya.
UA dan RN diketahui pisah sejak tiga bulan. Perceraian mereka baru secara agama, belum naik ke putusan sidang. Ia mengaku, sejak menjadi istri sah, RN sudah sering ketahuan selingkuh.
“Sebelum ini, di saat jadi istri saya dulu memang sudah berulang (melakukan hal yang sama). Ketika jadi istri saya, sudah tiga ketahuan selingkuh, tapi saya maafkan,” ucapnya.
Selaku perangkat desa, UA menjelaskan bahwa persoalan mantan istrinya ini kini telah diselesaikan secara adat.
Kontributor: Saptra S