Dapur MBG di Agam Belum Kantongi Izin Kelaikan, Terbongkar Usai Puluhan Pelajar Keracunan Makanan!

Mahyeldi membenarkan bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Agam, belum memiliki izin kelaikan.

Riki Chandra
Kamis, 02 Oktober 2025 | 13:26 WIB
Dapur MBG di Agam Belum Kantongi Izin Kelaikan, Terbongkar Usai Puluhan Pelajar Keracunan Makanan!
Petugas menyiapkan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kota Padang, Sumatera Barat. [Dok. Antara/Muhammad Zulfikar]
Baca 10 detik
  • 86 penerima manfaat MBG Agam alami dugaan keracunan massal.
  • Dapur SPPG Agam belum kantongi izin kelaikan resmi pemerintah.
  • Operasional dapur MBG Agam dihentikan sementara oleh Satgas.

SuaraSumbar.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, membenarkan bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG Agam di Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, belum memiliki izin kelaikan.

Fakta dapur MBG ini terungkap setelah 86 penerima manfaat program mengalami dugaan keracunan massal pada Rabu (1/10/2025).

"Rupanya dapur ini belum ada kelaikannya," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi, Kamis (2/10/2025).

Kasus ini mencuat setelah puluhan anak dan penerima manfaat program Menuju Bebas Gizi (MBG) di Kecamatan Lubuk Basung mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari dapur SPPG setempat.

Menu yang disajikan berupa nasi goreng, yang disebut Gubernur Mahyeldi kurang lazim diberikan pada jam makan siang.

"Pertanyaan kita makan siang kok nasi goreng," kata Mahyeldi.

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan MBG serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam langsung menghentikan sementara operasional dapur SPPG di Nagari Kampung Tangah. Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

"Kita belum mengetahui pasti penyebabnya, tapi tim bersama Satgas terkait sudah turun ke lapangan untuk mencari tahu," katanya.

Hingga kini, pemerintah daerah bersama Satgas MBG masih melakukan investigasi. Sampel makanan serta kondisi dapur SPPG diteliti untuk memastikan faktor yang menyebabkan dugaan keracunan massal tersebut.

Mahyeldi menegaskan bahwa kasus dugaan keracunan MBG Agam menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menyediakan makanan bergizi kepada anak-anak penerima manfaat.

Program Menuju Bebas Gizi (MBG) sendiri merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak di seluruh Indonesia. Namun, kasus di Agam menunjukkan pentingnya standar kelaikan dapur SPPG sebelum beroperasi.

"Ini pelajaran berharga agar penyelenggaraan MBG benar-benar sesuai tujuan, yaitu untuk meningkatkan gizi anak-anak di Tanah Air," tegas Mahyeldi. (Antara)

Petugas menyiapkan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kota Padang, Sumatera Barat. [Dok. Antara/Muhammad Zulfikar]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini