Feri Amsari: Profil Pakar Hukum Berdarah Minang di Balik Dokumenter Dirty Vote

Pendidikannya di bidang hukum tidak hanya dari Unand, dimana ia menyelesaikan S1 dan S2, tetapi juga dari William and Mary Law School di Virginia, Amerika Serikat.

Chandra Iswinarno
Senin, 12 Februari 2024 | 15:41 WIB
Feri Amsari: Profil Pakar Hukum Berdarah Minang di Balik Dokumenter Dirty Vote
Direktur Pusako Unand, Feri Amsari. [ist]

SuaraSumbar.id - Feri Amsari, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, menjadi sorotan setelah tampil dalam film dokumenter Dirty Vote.

Lahir di Padang pada 2 Oktober 1980, Feri Amsari kini berada dalam perbincangan publik bersama dua pakar hukum lainnya, Bivitri Susanti dan Zainal Arifin Mochtar, atas keikutsertaan mereka dalam mengungkap kecurangan Pemilu 2024 melalui film tersebut.

Sebagai seorang dosen dan akademisi di Fakultas Hukum Unand, Feri Amsari tidak hanya dikenal di lingkungan akademis tetapi juga masyarakat luas melalui penampilannya di berbagai acara televisi dan diskusi hukum.

Pendidikannya di bidang hukum tidak hanya dari Unand, dimana ia menyelesaikan S1 dan S2, tetapi juga dari William and Mary Law School di Virginia, Amerika Serikat.

Baca Juga:PDIP Puji Film Dirty Vote soal Kecurangan Pemilu: Kental Campur Tangan Istana

Menurut laman resmi Unand, Amsari juga menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) di universitas tersebut.

Kiprahnya di dunia hukum dan politik diwarnai dengan aktivitas menulis di berbagai media cetak nasional seperti Kompas dan Tempo, serta terlibat dalam pembuatan sejumlah buku hukum yang kritis terhadap isu konstitusi dan reformasi hukum di Indonesia.

Keterlibatannya dalam Tim Percepatan Reformasi Hukum di bawah naungan Kemenko Polhukam, serta keanggotaannya dalam firma hukum Themis Indonesia, menunjukkan peran aktifnya dalam upaya penegakan hukum dan demokrasi di Indonesia.

Film Dirty Vote, yang menampilkan Amsari dan rekan-rekannya, merupakan sebuah upaya untuk membuka mata publik terhadap potensi kecurangan dalam Pemilu 2024.

Film ini dihasilkan dari kolaborasi lebih dari 20 lembaga, termasuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Greenpeace Indonesia, dan Indonesia Corruption Watch, menandakan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mengawal transparansi dan keadilan pemilu di Indonesia.

Baca Juga:Komentar Sekjen PDIP soal Film Dirty Vote: Gak Nyangka Jokowi Berubah

Feri Amsari, dengan latar belakang dan pengalaman luasnya, menjadi sosok kunci dalam upaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya integritas dan kejujuran dalam proses demokrasi.

Kontributor : Rizky Islam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini