Payakumbuh Poetry Festival 2023 Merawat Sejarah Menuju Kota Wisata Budaya

Payakumbuh Poetry Festival 2023 dibuka Rabu (4/10/2023) malam di Agamjua Art and Culture Caffe, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar).

Riki Chandra
Kamis, 05 Oktober 2023 | 19:04 WIB
Payakumbuh Poetry Festival 2023 Merawat Sejarah Menuju Kota Wisata Budaya
Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat membuka Payakumbuh Poetry Festival 2023. [Dok.Istimewa]

Lebih jauh, Supardi menekankan bahwa festival puisi tahunan ini merupakan bagian besar dari rencananya di masa depan untuk menjadikan Payakumbuh sebagai kota festival budaya. Dan untuk itu, lanjutnya, diperlukan kolaborasi antar banyak pihak, dengan komunitas, seniman, satrawan, dan pelaku budaya sebagai bagian penting.

Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat melalui Dewi Ria S.sos. MM, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif dari juga menyampaikan hal senada.

Dalam kata sambutannya, Dewi menyampaikan dukungan serta apresiasi atas terlaksananya PPF 2023.

“Ini kegiatan sastra berkualitas yang sangat kita dukung. Semoga kegiatan ini bisa menjadi wadah tukar pikiran antara sastrawan dan seniman yang hadir. Terlebih dengan adanya seniman dan sastrawan dari luar negeri,” paparnya.

Baca Juga:Sumbar Upayakan Nagari Seribu Menhir di Limapuluh Kota Jadi Objek Wisata Dunia

Festival puisi tahunan sejak 2020 itu juga dinilai Dewi turut mendorong terwujudnya Payakumbuh sebagai kota wisata seni, sastra, dan budaya.

Payakumbuh memang dikenal sebagai kota dengan sejarah sastra yang panjang dan punya posisi berarti dalam sejarah sastra Indonesia. Salah satu aset fisik terkait sejarah sastra yang ada di Payakumbuh ialah rumah PK Ojong.

Rumah tersebut akan menjadi salah satu destinasi dalam program baru PPF 2023, Wisata Sastra. Pada penghujung festival para undangan akan dibawa berkunjung ke situs-situs sejarah terkait sastra di Payakumbuh dalam program Wisata Sastra tersebut.

“Rumah PK Ojong adalah salah satunya,” kata Roby. PK Ojong, lanjut Roby punya peran penting dalam sejarah sastra Indonesia.

“PK Ojong memang bukan sastrawan seperti Chairil, tapi sedikit banyaknya, ia berperan dalam membentuk wacana sastra di masa lalu serta memunculkan sastrawan-sastrawan lewat korannya. Artinya PK Ojong punya peran tersendiri dalam sejarah sastra Indonesia,” tambah Roby saat diminta media memberi penjelasan lebih jauh mengenai rumah PK Ojong sebagai salah satu aset sejarah sastra milik Payakumbuh di sela-sela kegiatan.

Baca Juga:Sorot Pemerataan Bansos, DPRD Sumbar Sebut Sedikit Penduduk Miskin Ekstrem yang Tersentuh

Kegiatan akan berlanjut hari ini dengan diskusi serta malam ini juga akan tampil peserta Lomba Rantak Puisi dan Puisi Visual.

REKOMENDASI

News

Terkini