SuaraSumbar.id - Putri dari pasangan Uya Kuya dan Astrid Khairunnisha, Cinta Kuya, tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas di California, Amerika Serikat.
Namun, perjuangannya tidak hanya sebatas kuliah, Cinta juga memutuskan untuk bekerja part-time di sebuah restoran untuk mengisi waktu luangnya.
Kegiatan Cinta tersebut diketahui dari unggahan sang ibunda, Astrid, di media sosial saat keluarga ini berkunjung ke restoran tempat Cinta bekerja. Dalam unggahannya, Astrid menyampaikan rasa bangga kepada Cinta yang memilih untuk mandiri di Amerika, sekalipun memiliki latar belakang sebagai anak artis.
Astrid mengungkapkan perasaan gemas dan bangga melihat putrinya tersebut melayani mereka di restoran. "Semangat kk cinta, anak artis , berada, bukan berarti dia hidup enak di negri orang, tetap harus mandiri," tulis Astrid di Instagramnya.
Baca Juga:Padahal Punya Ayah Tajir, Cinta Kuya Banting Tulang Jadi Pelayan di AS
Sementara itu, Uya Kuya menjelaskan lebih lanjut alasan Cinta memilih pekerjaan tersebut. Menurut Uya, Cinta tertarik dengan pekerjaan sebagai tukang cuci piring yang menawarkan upah sebesar 17 dolar AS per jam, atau setara dengan sekitar 2 juta rupiah per hari.
Cinta sendiri, yang memiliki rencana untuk bekerja dua hari dalam seminggu, berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar 16 juta rupiah per bulan.
Uya mengatakan, "Berarti sehari bisa dapat dolar sekitar 2 juta per hari. 'Enak' dia bilang gitu. 'Aku enggak perlu kerja seminggu tujuh hari lah, seminggu dua hari aja'. Berarti seminggu bisa dapat Rp 4 juta, kalau sebulan Rp 16 juta. 'Lumayan Pa bisa buat beli macam-macam'," lanjutnya.
Cinta sendiri berulang kali menegaskan kepada Uya bahwa dirinya tidak masalah untuk bekerja dari bawah, mengindikasikan kesiapannya untuk memulai dari posisi yang rendah dan berjuang keras demi mencapai tujuan dan impian-impian yang dia tetapkan.
Cerita ini tidak hanya menggambarkan tekad Cinta Kuya dalam mengejar impian dan menciptakan jalan sendiri dengan bekerja keras, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai keberanian, kemandirian, dan kerendahan hati dalam membangun karir dari awal.
Kontributor : Rizky Islam