facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gempa Afghanistan Tewaskan 1.000 Orang dan Hancurkan 3.000 Rumah

Riki Chandra Kamis, 23 Juni 2022 | 16:29 WIB

Gempa Afghanistan Tewaskan 1.000 Orang dan Hancurkan 3.000 Rumah
Ilustrasi gempa bumi. (Antara/ist)

Gempa yang menerjang Afghanistan dilaporkan menewaskan sekitar 1.000 orang.

SuaraSumbar.id - Gempa yang menerjang Afghanistan dilaporkan menewaskan sekitar 1.000 orang. Pemerintah Taliban pada Kamis (23/6/2022) berupaya menjangkau sebuah kawasan di Afghanistan yang terpencil dan dilanda gempa.
Sayangnnya, kendala komunikasi dan akses jalan mengganggu upaya tersebut.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 itu terjadi pada Rabu (22/6) di pegunungan gersang yang ditempati sejumlah permukiman kecil di dekat perbatasan dengan Pakistan, sekitar 160 km arah selatan dari ibu kota Afghanistan, Kabul.

"Kami tak bisa menjangkau kawasan itu, jaringan (komunikasi) terlalu lemah, kami berusaha mendapatkan perkembangan terkini," kata Mohammad Ismail Muawiyah, juru bicara komandan tinggi militer Taliban di Provinsi Paktika yang terdampak paling parah.

Gempa itu menewaskan sekitar 1.000 orang dan melukai 1.500 lainnya, kata dia, dan lebih dari 3.000 rumah hancur.

Baca Juga: Gempa Afghanistan, Aceh, Sulteng, Lombok dan Gempa-gempa Mematikan di Dunia

Muawiyah menambahkan sekitar 600 orang telah dievakuasi dari berbagai kawasan terdampak pada Rabu malam.

Operasi penyelamatan menjadi ujian besar bagi pemerintah garis keras Taliban, yang mengambil alih kekuasaan pada Agustus tahun lalu setelah berperang selama dua dekade.

Kemunculan kelompok militan itu sebagai penguasa juga mengundang sanksi dunia internasional sehingga banyak bantuan ke Afghanistan dihentikan.

Kementerian pertahanan Taliban memimpin upaya penyelamatan korban gempa tersebut.

Media Afghanistan merilis gambar rumah-rumah yang hancur dan jenazah-jenazah terbungkus selimut beberapa jam setelah gempa terjadi.

Baca Juga: 5 Fakta Gempa Dahsyat Tewaskan 1.000 Orang di Afghanistan, Politik Halangi Bantuan untuk Korban

Informasi yang akurat terbatas dari desa-desa pegunungan yang terdampak karena lokasi yang terpencil.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait