Ade Armando juga telah memperoleh penghargaan atas keterlibatannya menjadi wakil Indonesia dalam “International Visitor Leadership Program” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Februari 2005 silam.
Sebut Orang Minang Benci Jokowi
Ade Armando juga pernah menyebut orang Minang benci Jokowi. Hal ini dinyatakannya saat mengomentari hasil survei terbaru yang dirilis SMRC. Dimana, hanya 19 persen warga Minang yang menyatakan puas dengan kinerja Presiden Jokowi.
Angka ini jauh berbeda dengan angka-angka suku lainnya. Seperti warga Jawa, yang 78 persen puas dengan kinerja Jokowi. Kemudian, 84 persen warga Batak puas, 65 persen warga Sunda puas, 63 persen warga Betawi puas, dan 58 persen warga Madura puas dengan kinerja presiden dua periode itu.
Baca Juga:Ian Kasela Shock soal Kasus Pengeroyokan terhadap Ade Armando
“Saya sendiri adalah orang keturunan Minang, namun terus terang, saya sama sekali tidak paham dengan perilaku orang-orang Minang ini. Apa sih yang dilakukan Jokowi terhadap orang-orang Sumatera Barat, sehingga mereka sedemikian membenci sang Presiden,” kata Ade dalam saluran Youtube Cokro TV, dikutip dari Hops.id - jaringan Suara.com, Selasa (28/12/2021).
Menurut Ade, data pemilihan presiden 2014 dan 2019 menunjukkan, sebenarnya sudah memberi indikasi bahwa orang Minang tidak suka dengan Jokowi.
Pada 2014, hanya 23 persen warga Sumatera Barat yang memilih pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Lima tahun kemudian, angka itu bahkan merosot drastis, pada tahun 2019, hanya 14 persen warga yang memilih pasangan Jokowi-Maruf.
“Tapi itu kan seharusnya cuma hasil Pilpres, mayoritas warga Sumatera Barat lebih suka dengan Prabowo karena adanya kedekatan dengan sejarah daerah itu,” katanya.
Setelah Pilpres selesai, kata dia, bukankah seharusnya masyarakat menilai secara objektif. “Karena itu saya bertanya, apa sih salah Jokowi pada orang Minang. Jokowi justru sangat peduli pada orang Sumatera Barat,” katanya.
Baca Juga:Dirawat di RS Siloam Semanggi, Keluarga Terpukul Dengar Ade Armando Dikeroyok Massa Aksi di DPR
Ade Armando lantas mengurai bahwa Sumatera Barat sebenarnya adalah daerah yang paling banyak dikunjungi Jokowi selama kepemimpinannya di 2014-2019. Jokowi juga mewujudkan berbagai pembangunan infrastruktur di daerah itu.