Dalam tayangan video, Saifuddin meminta Menteri Agama menghapus 300 ayat di dalam Al Qur’an yang dicetak di Indonesia.
"Tiga ratus ayat yang menjadi pemicu hidup intoleran, pemicu hidup radikal, dan membenci orang lain, karena beda agama, itu di-skip atau direvisi atau dihapuskan dari Al-Qur’an Indonesia. Ini sangat berbahaya sekali," kata Saifuddin dalam videonya yang viral di media sosial itu.
Sejauh ini, video itu tidak lagi ditemukan di akun Youtube pribadi Saifuddin Ibrahim. Namun, rekaman video itu telah tersebar di berbagai media sosial, seperti Twitter dan Youtube.
Usai meminta penghapusan 300 ayat Alquran, pendeta Saifuddin Ibrahim juga melontarkan kalimat bahwa Nabi Muhammad SAW pernah dibaptis dan menikah dengan cara agama Kristen.
Baca Juga:Tetapkan Pendeta Saifuddin Ibrahim Jadi Tersangka, Bareskrim Langsung Kontak FBI
Hal itu disampaikan mantan pengajar pesantren itu dalam video berjudul "Pak Mahfud, Jangan Kecewakan NKRI, Nanti Tuhan Bisa Marah Lho".
“Saya bayangkan yang tidak ada dalam sejarahnya itu, Muhammad menikah dengan agama apa waktu itu?,” tanya Saifuddin Ibrahim di kanal Youtube Saifuddin Ibrahim, dikutip dari Hops.id - jaringan Suara.com, Kamis (24/3/2022).
Lantas, pendeta yang disinyalir berada di AS itu juga menyebut bahwa istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah adalah janda dari orang Kristen dan paman Siti Khadijah seorang pendeta.
Atas dasar itu, Saifuddin menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW dan Siti Khadijah menikah dengan cara Kristen kala itu.
“Lah kalau Khadijah itu janda orang kristen, pamannya itu adalah pendeta, gak mungkin dong menikah dengan cara jahiliyyah. Pasti dengan Kristen,” terangnya.
Baca Juga:Kasus Minta Hapus 300 Ayat Alquran, Pendeta Saifuddin Resmi Ditetapkan Tersangka
Dia pun menyebut sebelum menikah, Nabi Muhammad SAW dibabtis terlebih dahulu. Bahkan, pendeta Saifuddin Ibrahim juga menyebut cara pembabtisannya.