Menurutnya, aksi kekerasan tersebut bermula saat 2 orang petugas kebersihan Nagari Situjuah Batua sedang mengantarkan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Saat di perjalanan tiba-tiba satu buah minibus berlawanan arah yang dikemudikan oleh oknum polisi tersebut melaju kencang dan hampir menyerempet truk. Kaget nyaris tabrakan, salah seorang petugas kebersihan berteriak sambil mengeluarkan kata kasar.
"Petugas kebersihan kita ini kan ada 2 orang, salah satunya ada yang berkebutuhan khusus. Saat nyaris tabrakan ini ia kaget dan berteriak dengan kata kasar. Tidak terima menerima kata kasar, Sopir mini bus tersebut langsung memutar arah dan mengejar truk sehingga terjadilah aksi kekerasan," jelasnya.
Atas perbuatan tersebut pihak keluarga beserta masyarakat langsung melaporkann aksi kekerasan yang dilakukan oknum polisi tersebut ke propam Polres Payakumbuh.
Baca Juga:Heboh Video Oknum Polisi Pukuli Sopir Truk di Limapuluh Kota, Ini Kronologinya
"Kita menyayangkan aksi kekerasanan ini. seharusnya oknum polisi ini tidak melakukan pemukulan. Kan bisa truk ini dibawa ke Polsek dan sopir diberi pembinaan. Bukan dipukul di tengah jalan dan ditonton masyarakat banyak," imbuhnya.
Pihaknya berharap tindakan kekerasan ini bisa di proses sesuai hukum yang berlaku sehingga bisa menjadi pelajaran dan bagi seluruh masyarakat.