-
Jalan menuju Talamau rusak parah akibat bencana alam November 2025.
-
Gubernur dorong percepatan pembangunan jalur darurat penghubung wilayah.
- Jalan alternatif dinilai krusial cegah isolasi saat bencana terjadi.
SuaraSumbar.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya pembangunan jalan alternatif Jembatan Panjang-Talu sebagai solusi atas kerusakan parah akses utama menuju Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.
Kerusakan jalan akibat bencana alam pada akhir November 2025 membuat jalur eksisting rawan dilalui dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat meninjau langsung kondisi jalan alternatif Jembatan Panjang-Talu bersama Bupati Pasaman Barat, Yulianto, dan Wakil Bupati M. Ihpan.
Menurutnya, banyak titik jalan menuju Talu Talamau yang mengalami longsor dan terban, sehingga memerlukan penanganan serius dan cepat.
“Kami bersama Bupati Pasaman Barat Yulianto dan Wakil Bupati M.Ihpan meninjau langsung kondisi jalan menuju Talu Talamau. Akibat bencana alam akhir November 2025 banyak titik jalan yang sudah terban dan sangat membahayakan pengendara,” kata Mahyeldi, dikutip dari Antara, Kamis (8/1/2026).
Menurut Mahyeldi, hasil peninjauan menunjukkan kerusakan signifikan di sejumlah titik, termasuk di Rimbo Kejahatan. Untuk lokasi tersebut, pemerintah mempertimbangkan pelebaran jalan dengan memangkas bukit di sekitarnya.
Namun, jika langkah itu tidak memungkinkan, maka opsi jalan alternatif Jembatan Panjang-Talu melalui Simpang MAN Kajai tembus ke Jembatan Panjang akan diprioritaskan.
Sementara itu, kondisi jalan terban di Polong Onam dinilai lebih kompleks. Di sisi kiri dari arah Kajai terdapat jurang yang dalam, sedangkan di sisi kanan merupakan bukit yang masuk kawasan hutan lindung. Kondisi geografis ini membuat perbaikan jalur lama sulit dilakukan.
“Khusus di titik ini diperlukan jalan alternatif dari Jambatan Panjang tembus ke Talu. Jalan ini sudah ada sejak zaman dahulunya. Tinggal perbaikannya nanti,” katanya.
Mahyeldi berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat segera menyiapkan usulan resmi pembangunan jalan alternatif Jembatan Panjang-Talu agar dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Menanggapi hal itu, Bupati Pasaman Barat Yulianto menegaskan pihaknya akan segera menyiapkan usulan pembangunan jalan alternatif tersebut. Ia mengakui kondisi jalan saat ini masih berlumpur dan belum bisa dilalui kendaraan masyarakat secara umum.
“Kondisi jalan itu telah kami kunjungi. Saat ini kondisi jalan masih berlumpur dan belum dapat dilalui kendaraan secara umum,” katanya.
Yulianto menjelaskan, keberadaan jalan alternatif Jembatan Panjang-Talu sangat krusial sebagai jalur darurat untuk memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta menjamin keselamatan warga saat terjadi bencana.
Ia mengungkapkan, pada bencana sebelumnya, sejumlah wilayah di Kecamatan Talamau sempat terisolasi sehingga penyaluran bantuan mengalami kendala.
Hingga kini, jalur tersebut baru dapat dilalui kendaraan tertentu dan belum aman bagi masyarakat luas.