- Pemerintah kaji diskon listrik untuk wilayah Sumatera terdampak bencana.
- Diskon listrik masih menunggu kajian durasi dan anggaran.
- Ribuan genset disalurkan ke desa belum teraliri listrik.
SuaraSumbar.id - Diskon listrik daerah terdampak bencana tengah menjadi sorotan setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan pemerintah sedang mengkaji kebijakan tersebut.
Wacana ini muncul sebagai respons atas kondisi warga di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Bahlil mengungkapkan, diskon listrik daerah terdampak bencana masih dalam tahap pembahasan internal Kementerian ESDM. Wilayah yang masuk dalam kajian tersebut meliputi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, yang beberapa waktu terakhir mengalami bencana alam cukup parah.
“Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, namun kami lagi mengkaji berapa bulan dan biayanya berapa,” ujar Bahlil, Kamis (8/1/2026).
Kajian diskon listrik daerah terdampak bencana ini dilakukan setelah Kementerian ESDM menerima surat permohonan resmi dari sejumlah kepala daerah.
Surat tersebut berisi permintaan keringanan tarif listrik bagi masyarakat yang terdampak langsung bencana alam, seiring kondisi ekonomi dan infrastruktur yang belum pulih sepenuhnya.
Bahlil juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak bisa langsung diterapkan tanpa koordinasi lintas sektor.
Ia memastikan akan melaporkan rencana pemberian diskon tarif listrik tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum dieksekusi.
“Karena pasti Bapak Presiden juga sudah memberikan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita,” ujar Bahlil.
Selain soal tarif listrik, Kementerian ESDM juga tengah fokus pada pemulihan infrastruktur kelistrikan di wilayah terdampak. Bahlil menyebut terdapat sekitar 150 desa yang hingga kini masih membutuhkan penyelesaian infrastruktur jaringan listrik akibat kerusakan pascabencana.
“Kami kirim seribu genset kepada saudara-saudara kita di sana, karena masih ada infrastruktur darat tegangan rendah yang belum selesai. Masih ada kurang lebih sekitar 150 desa yang harus kita selesaikan,” kata dia.
Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa sektor ESDM telah melakukan berbagai langkah perbaikan layanan energi, termasuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di daerah terdampak. Meski demikian, masih terdapat beberapa kabupaten yang membutuhkan upaya pemulihan besar.
“Memang di sana masih ada beberapa infrastruktur di dua kabupaten atau tiga kabupaten yang masih butuh usaha yang sangat besar sekali,” kata dia.
Sebagai bagian dari penanganan darurat, Kementerian ESDM telah menyalurkan 1.000 unit generator set (genset) berkapasitas 5.000 hingga 7.000 volt ampere (VA) ke 224 desa di Aceh yang belum teraliri listrik. Bantuan tersebut dilengkapi kabel, kontak SNI, BBM 300 liter untuk 15 hari, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Kebijakan diskon listrik daerah terdampak bencana kini masih menunggu hasil kajian lanjutan dan persetujuan Presiden sebelum diterapkan secara resmi. (Antara)