alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Rabies di Sumbar Masih Tinggi, Masuk 10 Besar Nasional

Riki Chandra Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:15 WIB

Kasus Rabies di Sumbar Masih Tinggi, Masuk 10 Besar Nasional
Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldi saat menyuntikkan vaksin rabies ke anjing peburu babi. [Dok.Covesia.com]

Kasus rabies di Sumatera Barat (Sumbar) masih cukup tinggi. Bahkan, termasuk salah satu dari 10 provinsi di Indonesia dengan kasus rabies tertinggi.

SuaraSumbar.id - Kasus rabies di Sumatera Barat (Sumbar) masih cukup tinggi. Bahkan, termasuk salah satu dari 10 provinsi di Indonesia dengan kasus rabies tertinggi.

Dari catatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, rata-rata setiap tahun terjadi 3 ribu hingga 4 ribu gigitan anjing yang menyebabkan rabies di Sumbar. Angka kematian berada di angka 14 orang per tahun.

“Jumlah itu cukup tinggi karena itu harus ada upaya antisipasi yang dilakukan karena rabies tidak bisa disembuhkan secara total namun bisa dicegah,” kata Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, dikutip dari Covesia.com -jaringan Suara.com, Minggu (24/10/2021).

Salah satu penyebab tingginya kasus rabies di Sumbar adalah karena kultur masyarakat dalam berburu hama babi menggunakan bantuan anjing. Dengan kata lain, jumlah hewan peburu di Sumbar cukup tinggi.

Antisipasi yang bisa dilakukan adalah dengan membawa hewan pemburu tersebut untuk mendapatkan vaksinasi rabies sehingga tidak menjadi penyebab menularnya penyakit.

Baca Juga: Rumah Pengusaha Gas Elpiji di Padang Digasak Pencuri, Satu Korban Tewas

Karena itu dalam program vaksinasi rabies yang dilakukan Pemerintahan provinsi Sumatera Barat menggandeng Persatuan Olahraga Buru Babi(PORBI) yang merupakan wadah perhimpinan masyarakat pemilik anjing yang hobi berburu babi.

“Kita berharap PORBI juga ikut untuk mensosialisasikan pentingnya vaksinasi rabies bagi anjing peliharaan sehingga seluruh anjing yang memiliki pemilik di Sumatera Barat bisa mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Bersamaan dengan kegiatan vaksinasi rabies tersebut juga mengingatkan pemilik anjing untuk ikut melaksanakan vaksinasi COVID-19 karena capaian vaksinasi di daerah itu masih relatih rendah yaitu 31,10 persen untuk dosis I dan 15,25 persen untuk dosis II.

“Pemilik anjing jangan sampai kalah dengan peliharaannya untuk vaksinasi,” selorohnya.

Sementara itu Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmang mengatakan rabies merupakan penyakit menular yang harus dicegah menggunakan vaksinasi.

Baca Juga: Kronologi Pembunuhan Pengusaha Gas Elpiji di Padang, Pelaku Pencurian Diduga 3 Orang

Ia mendorong pemilik anjing untuk memberikan vaksinasi kepada peliharaannya untuk menjaga kesehatan masyarakat secara luas.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait