alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

2 Tahun Lagi, Mobil Listrik Buatan Indonesia Akan Bermunculan

Riki Chandra Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:21 WIB

2 Tahun Lagi, Mobil Listrik Buatan Indonesia Akan Bermunculan
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko melakukan uji coba mengendarai mobil listrik saat melakukan kunjungan ke PAbrik Wuling Motors di Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) di Cikarang, Jawa Barat pada Selasa (24/8) (ANTARA/HO-Kantor Staf Presiden)

Mobil listrik buatan Indonesia akan hadir tahun 2023-2024.

SuaraSumbar.id - Mobil listrik buatan Indonesia akan hadir tahun 2023-2024. Pasalnya, hilirisasi nikel di dalam negeri yang menghasilkan katoda baterai, besi antikarat dan juga baterai litium akan dilakukan.

Hal itu dinyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengarahannya kepada peserta Program PPRA LXII dan PPSA XXIII 2021 Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

“Bapak-Ibu bisa lihat, tiga tahun lagi, 2-3 tahun lagi, yang namanya mobil listrik bermunculan dari negara kita,” katanya.

Menurut Jokowi, dirinya sudah memerintahkan tidak ada lagi ekspor nikel dalam bentuk mentah. Nikel merupakan komoditas bahan baku yang dapat diolah menjadi katoda baterai, besi antikarat dan juga baterai litium, yang merupakan komponen penting dalam struktur industri otomotif, termasuk manufaktur mobil listrik.

Baca Juga: Jokowi Bakal Setop Ekspor CPO, Termasuk Bauksit Mentah

Presiden menekankan Indonesia tidak boleh kehilangan kesempatan untuk mendapatkan nilai tambah dari nikel, termasuk juga dari sumber daya alam lainnya seperti bauksit dan tembaga.

“Jangan ekspor lagi yang namanya nikel dalam bentuk raw material, bahan mentah. Setop ekspor bahan mentah,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, industri nikel akan diintegrasikan dengan industri otomotif dalam negeri. Integrasi lintas industri itu akan turut memanfaatkan momentum baru di industri otomotif dunia yakni pengembangan mobil listrik.

“Nanti diintegrasikan dengan industri otomotif yang kita miliki karena kesempatan yang ada ke depan mobil listrik. Jangan lagi kehilangan kesempatan, jangan lagi ekspor lagi nikel dalam raw material,” ujar Presiden Jokowi.

Semua komoditas sumber daya alam Indonesia, kata Presiden, harus mengalami proses hilirisasi untuk menghasilkan nilai tambah.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Kampus Jangan Pagari Mahasiswa Dengan Program Studi yang Membelenggu

Presiden akan meminta BUMN dan swasta, serta investor yang akan masuk ke dalam negeri untuk mendirikan industri di Indonesia, bukan hanya mengambil sumber daya alam mentah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait