alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani di Solok Menjerit

Riki Chandra Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:15 WIB

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani di Solok Menjerit
Ilustrasi bawang merah. (Unsplash.com/Paul Magdas)

Petani di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) mengeluhkan anjloknya harga bawang merah.

Produksi bawang merah saat ini bahkan tidak hanya di Kecamatan Lembah Gumanti saja, melainkan di daerah tetangga yang bisanya tidak bisa ditanami bawang merah saat ini sudah mulai menanam bawang merah seperti di Kecamatan Hiliran Gumanti, Lembang Jaya, Gunung Talang, Pantai Cermin dan beberapa daerah lainnya.

"Selain itu, beberapa daerah di Sumbar juga mulai menanam bawang merah seperti di Sijunjung dan Dharmasraya. Walaupun masih skala untuk rumah tangga, namun saya rasa ini juga salah satu penyebab turunnya harga," ujar dia.

Ia menyebutkan, saat ini harga bawang merah hanya Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram untuk ukuran besar sedangkan ukuran menengah hanya Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per kilogram, itu pun agak sulit untuk penjualannya.

"Sementara saat bawang merah yang banyak dipanen masyarakat saat ini hanya berukuran menengah dan kecil atau kami menyebutnya ampera," kata dia.

Baca Juga: Diduga Korupsi Dana Pokir, Wakil Ketua DPRD Padang Bakal Segera Jadi Tersangka

Selain itu, ia juga menyebutkan saat ini jenis tanaman hortikultura yang naik harganya di tingkat petani berupa cabai Rp25 ribu dari Rp15 ribu per kilogram, daun seledri Rp15 ribu dari Rp8 ribu per kilogram, tomat Rp8 ribu dari Rp3 ribu per kilogram. "Namun tidak banyak masyarakat yang menanamnya," kata dia.

Salah seorang petani di Sungai Nanam Delvi Guswanto (37) mengatakan saat ini terdapat sekitar 500 kilogram bibit bawang merah jenis birma atau sekitar 3 ton yang akan dipanennya.

"Namun saat ini ada sekitar 100 kilogram bawang merah ukuran menengah yang sudah dibeli oleh tauke hanya Rp9 ribu per kilogram," ujar dia.

Delvi berharap penjualan bawang merah kalau bisa di atas Rp10 ribu per kilogramnya. Karena kalau dijual di bawah harga Rp10.000 maka tidak mendapatkan untung sama sekali, "Bahkan bisa dikatakan tidak balik modal," ucapnya.

"Penjualan Rp9 ribu itu sudah bersih dari urat dan batangnya. Sementara, saat ini upah mengupas bawang saja sudah naik Rp1,5 ribu, tentu penjualan bersihnya untuk saya hanya Rp7,5 ribu," kata dia.

Baca Juga: Pelajar Laki-laki 'Dijual' Pacar Sesama Jenis, Digelandang Warga ke Kantor Polisi

Sementara biaya perawatan bawang merah pun sangat mahal, saat ini rata-rata harga pupuk naik seperti harga pupuk kandang naik menjadi Rp15 ribu dari Rp12 ribu per karung serta pupuk kimia rata-rata juga naik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait