Polemik Penolakan Nama Puncak Jokowi di Kawasan Mandeh Pesisir Selatan

Penolakan kian terasa saat pihaknya berupaya melakukan sosialisasi terkait pembangunan pergantian nama Puncak Paku menjadi Puncak Jokowi tersebut.

Riki Chandra
Kamis, 29 April 2021 | 12:15 WIB
Polemik Penolakan Nama Puncak Jokowi di Kawasan Mandeh Pesisir Selatan
Puncak Paku di KWBT Mandeh akan berubah nama menjadi Puncak Jokowi. [Dok.Antara]

“Semua ini memang tak bisa dipungkiri, terbukanya kawasan wisata Mandeh memang karena peran besar dari Presiden Jokowi beserta jajarannya serta para pegiat pariwisata pada tahun 2015,” katanya.

Sementara itu, Ketua KAN Ampang Pulai, Dt Rajo Nan Sati belum mau berkomentar banyak terkait isu pergantian nama Puncak Paku menjadi Puncak Jokowi itu.

Pihaknya bersama pemangku adat lain, tokoh masyarakat, tokoh pemuda belum mengetahui pasti apakah benar mau diganti atau tidak oleh pemerintah daerah.

“Itu baru isu dan kita belum tau apakah benar mau dibangun atau tidak,” tegasnya.

Baca Juga:Mantan Kondektur dan Sopir Angkot Diangkat Jokowi Jadi Menteri Investasi

Jika seandainya memang dibangun, ucap Dt Rajo Nan Sati, seharusnya sangat banyak pihak dilibatkan dalam pergantian sebuah nama yang ada di satu nagari, dan harus ada kesepakatannya.

Sebelumnya, pemerintah Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengubah nama Puncak Paku di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh menjadi Puncak Jokowi.

Menurut Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, usulan pengubahan nama dari Puncak Paku ke Puncak Jokowi ini tidak terlepas dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke kawasan Mandeh beberapa waktu lalu.

"Tidak ada yang membantah bahwa Jokowi adalah Presiden RI pertama yang ke Mandeh. Ini merupakan sejarah bagi Pesisir Selatan," katanya, Senin (26/4/2021).

Selain itu, jalan di KWTB Mandeh juga terwujud atas perhatian Presiden Jokowi.

Baca Juga:Ini Arahan Jokowi ke Anies Terkait Penanganan Covid-19 saat Idul Fitri

"Terlepas dari dinamika politik saat pilpres dulu, pemberian nama Puncak Jokowi merupakan bentuk apresiasi kepada Presiden," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini