alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Manusia Silver Menjamur di Kota Padang, Nggak Kapok Ditangkap Satpol PP

Riki Chandra Kamis, 08 April 2021 | 20:05 WIB

Manusia Silver Menjamur di Kota Padang, Nggak Kapok Ditangkap Satpol PP
Salah satu manusia silver di Kota Padang, Sumatera Barat. [Dok.Antara]

Ide itu didapatkan Rohid dari menonton tayangan YouTube yang menampilkan kreasi dan aktivitas anak jalanan di kota-kota besar Indonesia.

SuaraSumbar.id - Jalanan Kota Padang, Sumatera Barat, kini diramaikan dengan keberadaan manusia silver. Mereka terpantau berada di sejumlah perempatan lampu merah di jalan-jalan utama pusat ibukota Provinsi Sumbar itu.

Seorang manusia silver bernama Rohid (20) mengatakan, menjadi manusia silver salah satu cara populer di jalanan untuk mendapatkan uang dengan cara memberi hormat secara sopan dengan tampilan fisik berbeda.

Dalam sehari, kata Rohid, dia bisa mendapatkan uang sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

"Dengan penampilan yang unik, saya berharap pengguna jalan bisa menyisihkan uangnya sebagai bentuk kepedulian atas kreasi yang saya lakukan," katanya, dikutip dari Antara, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga: Jembatan Layang Sitinjau Laut di Sumbar Masuk Proyek Strategis Nasional

Rohid sendiri biasa beraksi di kawasan lampu merah depan Hotel Grand Zuri Padang. Dia melumuri tubuhnya dengan cat berwarna perak dan berpose layaknya patung.

Ide itu didapatkan Rohid dari menonton tayangan YouTube yang menampilkan kreasi dan aktivitas anak jalanan di kota-kota besar Indonesia.

Bukan tanpa risiko, menjadi manusia super bisa menimbulkan penyakit kulit. Seperti gatal-gatal hingga iritasi. Sebab, tubuhnya dilumuri cat warna silver dicampur dengan minyak goreng.

"Paling ya gatal sama bentol-bentol. Sudah biasa seperti ini" katanya. 

Selain masalah gatal-gatal, manusia silver juga berisiko ditangkap Satpol PP. Bahkan, Rohid sendiri mengaku pernah terjaring razia Satpol PP, namun dia tidak pernah kapok dan terus aktif menjadi manusia silver.

Baca Juga: Buaya Berenang di Pantai Torpedo Agam, Pengunjung Heboh

"Tetap saya lakukan karena untuk memenuhi kebutuhan hidup," katanya. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait