alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Padang Ramai-ramai Beli Emas, Ini Penyebabnya

Riki Chandra Rabu, 17 Februari 2021 | 09:25 WIB

Warga Padang Ramai-ramai Beli Emas, Ini Penyebabnya
Seorang pembeli emas di Toko Emas Murni Pasar Raya Padang, Sumatera Barat. [Dok.Antara]

"Harga emas terus merosot turun sejak pemilihan Presiden Amerika Serikat."

SuaraSumbar.id - Penjualan emas di Kota Padang, Sumatera Barat, meningkat sekitar 50 persen. Hal ini dipicu turunnya harga emas yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2021.

Hal ini dibenarkan salah seorang penjual emas di Pasar Raya Padang, Doni. Menurutnya, banyak masyarakat yang justru berbelanja emas saat ini.

"Harga emas terus merosot turun sejak pemilihan Presiden Amerika Serikat. Daya beli masyarakat terhadap emas sejak awal tahun meningkat 50 persen," kata Doni di Toko Emas Murni, Selasa (16/2/2021).

Dalam dua pekan terakhir, harga emas turun sebesar Rp 10 ribu. Dengan begitu, harga emas 24 karat dalam dua hari terakhir berada di angka Rp 2.130.000 per 2,5 gram dari sebelumnya Rp 2.140.000.

Baca Juga: Perempuan Driver Ojol di Padang Terlibat Perampokan Bermodus Mobil Travel

Sedangkan harga emas batangan keluaran Antam Rp 940.000 per 1 gram. Untuk ukuran 5 gram seharga Rp 4.700.000 dan Rp 9.400.000 per 10 gram.

Harga emas batangan keluaran UBS Rp 920.000 per 1 gram, ukuran 5 gram dijual sebesar Rp 4.600.000 dan Rp 9.200.000 per 10 gram.

Toko Emas Murni ini juga menjual emas batangan yang diproduksi sendiri dengan harga Rp 2.065.000 per emas atau Rp 824.000 per gramnya.

Menurut Doni, daya beli emas 17 karat atau kadar emas 75 persen dan emas 16 karat atau dengan kadar emas 70 persen cenderung menurun akibat masyarakat lebih tertarik membeli emas 24 karat.

Karyawan toko emas Murni Fadly yang menjual emas 17 karat dan 16 karat mengatakan, penurunan daya beli masyarakat terhadap emas tersebut mencapai 20 persen.

Baca Juga: SMP Negeri 10 Padang Hentikan Belajar Tatap Muka, 2 Guru Positif Covid-19

"Meski harga emas 17 karat dan 16 karat sudah mengalami penurunan sebesar Rp 30.000 per 1 gram, namun antusias masyarakat dalam membelinya justur semakin menurun," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait