Alasan Pentingnya Fly Over Sitinjau Lauik di Sumbar Cepat Dibangun

Sitinjau Lauik adalah daerah rawan kecelakaan. Selain itu, radius tikungan jalan tersebut juga terlalu sempit.

Riki Chandra
Minggu, 31 Januari 2021 | 14:21 WIB
Alasan Pentingnya Fly Over Sitinjau Lauik di Sumbar Cepat Dibangun
(Flyover Manahan.(Solopos/dok)

SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengusulkan pembangunan jembatan layang alias fly over Panorama 1 Sitinjau Lauik, Kota Padang, ke pemerintah pusat.

Usulan pembangunan fly over Sitinjau Lauik, jalan utama Padang-Solok dan lintas Sumatera itu disampaikan dalam Rapat Pembahasan Pembangunan Infrastruktur Provinsi Sumbar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (29/1/2021).

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, kawasan pendakian Sitinjau Lauik adalah daerah rawan kecelakaan. Selain itu, radius tikungan jalan tersebut juga terlalu sempit.

Kemudian, sepanjang Sitinjau Lauik juga terdapat pendakian dan turunan yang sangat curam. Banyak kendaraan bermotor yang lepas kendali dan tabrakan di jalur tersebut. Terutama truk bermuatan berat.

Dari data Polresta Padang, selama periode 2016-2020 sebanyak 50 kecelakaan terjadi di kawasan Sitinjau Lauik. Dari kasus tersebut, 19 orang meninggal dunia, 9 orang luka berat dan 111 orang luka ringan.

Baca Juga:Pembangunan Fly Over Panorama 1 Sitinjau Lauik Telan Dana Triliunan

Menurut Nasrul, usulan pembangunan fly over Sitinjau Lauik ini disampaikan kepada perwakilan Kemenko Kemaritiman melalui Djoko Hartoyo Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kemenko Maritim dan Investasi.

"Kita telah membuat rencana pembangunan fly over di kawasan Indarung menuju Kabupaten Solok, menjadi usulan prioritas dan mendesak jalan dan jembatan di Sumbar tahun 2021 kepada Kemenko Kemaritiman," katanya dikutip dari Klikpositif.com - jaringan Suara.com, Minggu (31/1/2021).

Menurutnya, pembangunan fly over itu membutuhkan biaya diperkirakan untuk Panorama 1 saja sebesar Rp 1,163 triliun dan Panorama 2 sebesar Rp 2,051 triliun.

Saat ini, masih dilakukan proses pemetaan. Pemetaan sudah dilakukan untuk jalur sepanjang 5,6 kilometer. Fly over ini nantinya berupa jembatan yang melewati kelokan-kelokan patah.

Selain itu, Nasrul Abit juga berharap pada pembangunan fly over itu bisa juga berdampak pada pengembangan Taman Hutan Raya Bung Hatta yang berada di kawasan Sitinjau Lauik .

Baca Juga:Polisi Periksa 3 Orang Terkait Penembakan hingga Tewas DPO di Sumbar

Lokasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata. Menurut rencana, pengembangan Taman Hutan Raya Bung Hatta juga melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak