SuaraSumbar.id - Kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat (Sumbar) tercatat mengalami penurunan sebanyak 20 persen selama momen libur Lebaran Idul Fitri 1445H.
Menurut Ketua DPD Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumbar, Darmawi, beberapa faktor telah berkontribusi terhadap penurunan tersebut.
Darmawi menjelaskan bahwa kondisi politik yang masih belum stabil di Indonesia merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan jumlah wisatawan.
"Gejolak politik yang masih terasa membuat masyarakat lebih sibuk dengan persoalan politik dan kurang tertarik untuk berlibur," ucap Darmawi, Jumat (12/4/2024).
Selain itu, penurunan juga dipengaruhi oleh bertepatannya libur Lebaran dengan libur sekolah, yang biasanya menjadi waktu puncak untuk perjalanan keluarga.
"Kondisi ekonomi yang belum stabil dan daya beli masyarakat yang rendah juga menjadi faktor penghambat. Sehingga, liburan belum menjadi prioritas bagi banyak wisatawan di tahun ini," tambah Darmawi.
Sumatera Barat juga telah mengalami serangkaian bencana alam sejak awal Ramadan, termasuk longsor, banjir, erupsi Gunung Marapi, dan banjir lahar dingin, yang semakin menambah keengganan wisatawan untuk berkunjung.
Namun, Darmawi mengakhiri dengan catatan positif bahwa kondisi di Sumbar saat ini sudah mulai terkendali dan wilayah tersebut telah siap menerima kunjungan wisatawan.
"Kami berharap dengan kondisi yang sudah mulai membaik, lebih banyak wisatawan akan tertarik untuk mengunjungi Sumbar dan menikmati keindahan alam serta kekayaan budaya yang kami tawarkan," pungkasnya.
Baca Juga: Ini Rekayasa Lalulintas di Pariaman Selama Pariaman Barayo Libur Lebaran
Pemerintah lokal dan stakeholder terkait berupaya untuk memulihkan pariwisata di daerah ini, mengingat pentingnya sektor ini bagi ekonomi lokal.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Ini Rekayasa Lalulintas di Pariaman Selama Pariaman Barayo Libur Lebaran
-
Operasi Ketupat Singgalang 2024, Semua Objek Wisata Sumbar Dijaga Polisi saat Libur Lebaran
-
892 Narapidana di Lapas Muaro Padang Terima Remisi Khusus Idul Fitri 1445H
-
Larangan Penjualan Senjata Mainan di Pantai Tiku Selama Libur Idul Fitri
-
Pantai Air Manis dan Masjid Raya Sumbar Tetap Favorit saat Lebaran di Tengah Tantangan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Jangan Main-main! Travel yang Berangkatkan Jamaah dengan Visa Non Haji Akan Ditindak
-
Waspada! Obat Tetes Mata Mengandung Steroid Bisa Picu Katarak
-
Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kurangi Plastik Sekali Pakai
-
79 Rumah di Adonara Rusak Akibat Gempa Magnitudo 4,7
-
Tegas! KPID Sumbar Perketat Pengawasan Konten LGBT