- Tiza Mafira menyatakan kenaikan harga plastik menjadi momentum penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan plastik sekali pakai.
- Kenaikan harga ini mendorong pelaku UMKM berhenti menyediakan kantong plastik gratis dan mulai membebankan biaya kemasan kepada konsumen.
- Perubahan perilaku konsumen melalui penggunaan wadah pribadi dapat diwujudkan dengan menerapkan kebijakan insentif harga bagi pelanggan setia.
SuaraSumbar.id - Kenaikan harga plastik yang terjadi akibat terbatasnya pasokan bahan baku dinilai dapat menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan plastik sekali pakai.
Pegiar lingkungan dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, menilai bahwa selama ini plastik sebenarnya memiliki nilai ekonomi. Namun biaya tersebut tidak terlihat langsung oleh konsumen karena sering kali disubsidi oleh pedagang.
"Dari dulu plastik ada harganya, tetapi, tidak terlihat karena selalu disubsidi oleh pedagang dan diberikan gratis kepada konsumen,” kata Tiza, melansir Antara, Kamis, 9 April 2026.
Ia mengatakan kenaikan harga plastik pertama kali dirasakan oleh pedagang kecil. Peritel modern, seperti supermarket, sudah lebih dulu berhenti menyediakan kantong plastik sekali pakai beberapa tahun belakangan.
Tiza menilai perbedaan perilaku konsumen saat berbelanja di supermarket dan pasar tradisional menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan sebenarnya memungkinkan.
"Kita lihat konsumen kalau belanja ke supermarket bawa tas belanja sendiri, tapi, kalau ke pasar tidak. Murni karena pedagang pasar masih memberikan, artinya bukan karena konsumen tidak bisa berubah,” ujarnya.
Direktur Climate Policy Initiative Indonesia itu menambahkan, kenaikan harga plastik dapat menjadi titik awal bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk mulai mengurangi ketergantungan pada plastik.
"Kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum pedagang UMKM akhirnya berani mengatakan kepada konsumen bahwa mereka tidak bisa menyediakan plastik," ujar dia.
Untuk penggunaan plastik selain kantong kresek, seperti pada pedagang makanan, Tiza menyebut terdapat dua pendekatan yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha.
Pendekatan pertama, biaya wadah plastik selain kantong kresek dibebankan langsung kepada konsumen. Kedua, pedagang memberikan harga normal jika konsumen membawa wadah sendiri.
Menurut dia, pendekatan tersebut dapat mendorong perubahan perilaku tanpa membebani pedagang.
“Dengan begitu pedagang tidak terbebani dan konsumen juga jadi terbiasa membawa wadah sendiri,” kata Tiza.
Berita Terkait
-
Masyarakat Makassar Cuan dari Sampah Plastik, Disulap Jadi Furnitur
-
Dari Gula Jadi Plastik Mudah Terurai, Seberapa Jauh Bioplastik Bisa Atasi Polusi?
-
Bedah Plastik Thailand Kian Diminati, Ini Alasan Standar Internasional Jadi Magnet Pasien Indonesia
-
Bisakah Sampah Plastik Diubah Menjadi Hidrogen? Peneliti Kembangkan Metode Tanpa Perlu Pemilahan
-
Mikroplastik Tembus Lautan Dalam, Keseimbangan Ekosistem Laut Terganggu
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia
-
Alek Nagari Berpadu Teknologi, Pacuan Kuda Payakumbuh Tembus Standar Nasional
-
Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM
-
IHR Merdeka Cup dan Sarga Festival Hadir di Sumatera Barat, Rayakan Semangat HUT ke-81 RI