SuaraSumbar.id - Pelaku usaha peternak Closed House yang tergabung pada asosiasi peternak Closed House Daerah (Apchada) melaporkan sebuah PT yang merupakan perusahaan mitra mereka ke Dinas Peternakan Sumatera Barat (Sumbar).
Pelaporan itu dilakukan karena PT tersebut diduga melakukan kecurangan yang menyebabkan pelaku usaha ayam ternak di Sumbar merugi.
Ketua Apchada Sumbar, Marlis mengatakan, asosiasi yang dipimpinnya membawahi sekitar 213 pengusaha peternak Closed House yang tersebar di Sumbar. "Beberapa bulan terakhir, kawan-kawan kita kondisinya sudah sekarat, tidak tahu lagi tempat mengadu," katanya, Selasa (31/10/2023).
Rata-rata peternak mengeluhkan Day Old Chick (DOC) atau anak ayam berumur satu hari yang sangat tidak layak dipelihara. Mereka juga mengeluhkan masalah kualitas pakan yang tak sesuai standar.
"Tugas kami hanya memelihara, sementara jumlah DOC yang kita terima. Kemudian kualitas pakan tidak standar, sementara kami tidak punya alat yang mengukur kualitas pakan tersebut," ungkapnya.
Selain itu, masalah waktu panen yang selalu terlambat juga dikeluhkan peternak. Menurutnya, mitra selalu membuat alasan untuk menunda. Padahal, satu hari saja tertunda panen, bisa beresiko kepada peternak.
"Mereka beralasan menunda panen karena over populasi, kami tidak mempunyai jawaban yang lain. Sementara ayam mati dan parkir beban peternak," tuturnya.
Kemudian, perusahaan inti tersebut diduga telah menyalahi ketentuan. Sebab, di antara mereka juga ada yang punya kandang ayam sendiri. Padahal dalam ketentuan, perusahaan inti tidak boleh mempunyai kandang.
"Kami meminta bantuan dan solusi dari dinas peternakan, secara bisnis kami bermitra dengan mereka. Kami mengadu sebagai rakyat Sumbar tolong difasilitasi kami agar bisa bertemu dengan mitra ini," ungkapnya.
Baca Juga: Energi Panas Bumi Sumatera Barat Belum Tergarap Maksimal, Potensinya Capai 230 Mega Watt
Dari laporan pelaku usaha yang tergabung di asosiasi mengalami kerugian bervariasi. Mulai dari angka Rp 45 juta per periode (45 hari) hingga Rp 75 juta.
"Ini terjadi setahun belakangan. Ada yang empat periode teman-teman sudah mengalami kerugian diakibatkan berbagai hal. Berharap pihak dinas bisa membantu mencarikan solusinya," jelasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Sukarli mengaku bahwa pihaknya baru menerima aspirasi.
"Dari laporan yang mereka sampaikan indikasinya kemungkinan, diduga bahwa mereka tidak mendapatkan kualitas bibit yang baik," katanya.
Terkait permasalahan pakan, perlu kita cek informasinya dan kita lakukan uji laboratorium. Kami sebagai dinas mencoba nanti, menyelesaikan atau mengkonfirmasi kepada perusahaan inti," katanya lagi.
Kemudian pihaknya akan mempertemukan pelaku usaha ayam yang bermasalah dengan perusahaan inti, sehingga fungsi dinas disitu bisa menjembatani terkait informasi ini. Karena mereka selama ini mungkin hanya dihadapkan dengan penyuluh dari perusahan inti.
Berita Terkait
-
Festival Kuliner Multietnis di Padang Sajikan Ribuan Makanan Khas dari 11 Suku Bangsa di Sumbar
-
Kementerian PUPR Minta Pemprov Sumbar Kebut Penyelesaian Masalah Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru
-
Alek Pacu Kuda Genjot Geliat Ekonomi Warga Bukittinggi-Agam
-
PLTU Teluk Sirih dan PLTU Ombilin di Sumatera Barat Bakal Ditutup 2060, Ini Alasannya
-
Pastikan Temuan Diduga Kekar Kolam di Padang Pariaman, Pemprov Sumbar Libatkan Ahli Geologi
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap