- Prof. Novelina memperingatkan masyarakat untuk memisahkan daging kurban dari jeroan guna mencegah kontaminasi bakteri patogen berbahaya.
- Proses penanganan hewan kurban harus dilakukan secara higienis dengan memperhatikan manajemen waktu pemotongan hingga distribusi daging.
- Masyarakat disarankan menjaga suhu penyimpanan dan segera mencuci daging untuk menghindari pertumbuhan mikroba akibat paparan lingkungan.
SuaraSumbar.id - Pakar Ilmu Teknologi Pangan, Prof. Novelina, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam proses penyembelihan dan penanganan hewan kurban.
Salah satu hal paling penting yang harus diperhatikan adalah tidak mencampurkan daging kurban dengan jeroan seperti usus, limpa, dan organ dalam lainnya.
"Proses penyembelihan hewan kurban ini mesti dijaga, terutama tidak mencampurkan antara jeroan dengan daging, apalagi sampai terkontaminasi dengan isi usus," katanya melansir Antara, Jumat, 29 Mei 2026.
Menurutnya, jeroan, seperti usus, limpa dan lainnya mengandung bakteri patogen. Jika jeroan pecah dan mengenai daging atau bagian lain bisa terkontaminasi oleh bakteri.
Oleh karena itu, ia menyarankan untuk memperhatikan cara menyembelih yang tepat serta mengutamakan sisi higienis.
Penanganan dan pemisahan jeroan dengan bagian lain ditujukan untuk mengantisipasi potensi kontaminasi bakteri.
Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan akan pentingnya memperhatikan manajemen waktu sejak hewan disembelih, dibersihkan, dibagikan hingga dikonsumsi. Sebab, masih cukup banyak ditemukan warga yang tergolong lama membiarkan daging kurban setelah dipotong.
Yang tidak kalah penting ialah memperhatikan suhu ruangan tempat penyembelihan hewan kurban. Sebab, hal ini akan berpengaruh pada perkembangan mikroba. Perkembangan mikroba dalam daging bisa terhambat ketika suhu di bawah lima derajat Celsius atau suhu di atas 70 derajat Celsius.
Semakin lama daging kurban berada di luar ruangan terbuka, potensi terkontaminasi juga besar. Hal ini bisa berdampak tidak sehat terhadap daging yang akan dikonsumsi. Sebab, selain adanya bakteri dari jeroan, daging juga bisa terpapar bakteri dari lingkungan tempat penyembelihan.
"Jadi, kalau tempat penanganannya tidak bersih, ini bisa menyebabkan daging kurban terkontaminasi," ujarnya.
Ia menyarankan masyarakat yang mendapatkan daging kurban untuk segera mencuci atau membersihkan yang kemudian menyimpannya di dalam freezer. Cara tersebut merupakan salah satu antisipasi agar daging tidak terkontaminasi atau tetap aman dikonsumsi.
Berita Terkait
-
Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Jangan Cuma Rendang! Sulap Daging Kurban Jadi 4 Hidangan Nusantara yang Lebih Menggoda
-
Daging Kurban Perlu Dicuci Dulu Nggak Sih Sebelum Dimasak? Begini Saran Chef
-
8 Minuman Penurun Kolesterol, Cocok Dikonsumsi Setelah Makan Daging Kurban
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Dengan QLola by BRI, Perusahaan Bisa Salurkan Gaji Karyawan Tanpa Harus Memproses Satu per Satu
-
Rp 1 Triliun per Tahun Putaran Uang Hasil Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Toko Emas Ikut Disorot
-
4 Makanan Bantu Turunkan Kolesterol Jahat Secara Alami
-
Masyarakat Diingatkan Akan Bahaya Pencampuran Jeroan-Daging untuk Kesehatan
-
Kebakaran Dekat Kawasan Jam Gadang Bukittinggi Tewaskan Wanita Lansia