- Psikolog Neny Andriani menyoroti kasus peledakan bom oleh siswa MAN 3 Padang akibat perundungan yang terjadi baru-baru ini.
- Pencegahan perundungan memerlukan sistem pelaporan aman, pengawasan guru yang intensif, serta pembangunan budaya empati di lingkungan sekolah.
- Sekolah wajib memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan pelaku untuk memulihkan trauma serta memperbaiki pola interaksi sosial siswa.
SuaraSumbar.id - Psikolog menyoroti kasus peledakan bom rakitan yang dilakukan oleh siswa MAN 3 Padang, Sumatera Barat, diduga akibat perundungan (bullying).
Psikolog sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang, Neny Andriani menyebut pentingnya penguatan sistem pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan bullying tidak dapat dilakukan hanya dengan menjatuhkan sanksi kepada pelaku.
"Bullying tidak bisa diselesaikan hanya dengan menghukum pelaku. Jauh lebih penting adalah membangun budaya empati di sekolah sehingga setiap anak mampu menghargai perbedaan, saling menghormati, dan memahami dampak dari perilaku yang menyakiti teman sebayanya," katanya, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, setiap sekolah perlu memiliki sistem pencegahan dan penanganan perundungan yang jelas. Sistem tersebut mencakup kebijakan anti-perundungan, mekanisme pelaporan yang aman bagi korban maupun saksi, serta layanan konseling dan pendampingan psikologis yang mudah diakses oleh seluruh peserta didik.
Neny mengatakan, tidak sedikit korban bullying yang memilih untuk tetap diam karena takut mendapat intimidasi atau tidak dipercaya. Karena itu, sekolah harus mampu menciptakan ruang yang aman agar siswa berani melaporkan setiap tindakan perundungan tanpa rasa takut.
"Korban sering kali memilih diam karena takut mendapat intimidasi atau tidak dipercaya. Karena itu, sekolah harus menyediakan ruang yang aman agar siswa berani melapor tanpa rasa takut. Setiap laporan juga harus ditindaklanjuti secara profesional dan tidak dianggap sebagai persoalan sepele," ujarnya.
Selain memperkuat sistem pelaporan, Neny menilai kehadiran guru di sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi terjadinya perundungan juga sangat penting. Area seperti lorong sekolah, kantin, toilet, lapangan, maupun lingkungan di luar kelas memerlukan pengawasan yang lebih intensif.
Namun, peran guru tidak sebatas mengawasi. Guru juga harus menjadi sosok yang mudah didekati sehingga peserta didik merasa nyaman untuk bercerita apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.
Baca Juga: Siswa MAN 3 Padang Belajar Rakit Bom dari Internet
"Guru perlu menjadi figur yang mudah didekati oleh peserta didik. Ketika hubungan guru dan siswa terbangun dengan baik, anak akan lebih nyaman bercerita jika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan," ungkapnya.
Neny juga menekankan bahwa penanganan bullying harus mencakup korban maupun pelaku. Ia menilai sebagian pelaku perundungan juga memiliki persoalan emosional, pengalaman kekerasan, atau pola pengasuhan yang kurang tepat sehingga memerlukan pembinaan melalui pendekatan psikologis.
"Pendampingan psikologis perlu diberikan tidak hanya kepada korban, tetapi juga kepada pelaku. Korban membutuhkan pemulihan agar tidak mengalami trauma berkepanjangan, sedangkan pelaku perlu dibantu memahami perilakunya dan mengubah pola interaksi yang negatif menjadi positif," jelasnya.
Neny mengajak seluruh elemen, mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat, untuk bersama-sama membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan.
"Ketika sekolah, orang tua, dan masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk menolak segala bentuk perundungan, maka lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh peserta didik akan lebih mudah diwujudkan. Pencegahan harus dimulai hari ini, bukan setelah muncul peristiwa yang kita sesali bersama," katanya.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Ulasan Novel Heaven: Potret Kelam Perundungan dan Pencarian Makna Hidup
-
Sering Dijadikan Stiker Lucu, Karyawan Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat Kantor
-
KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying
-
Ulasan Pyramid Game: Ketika Perundungan Menjadi Hal yang Dianggap Wajar
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan
-
DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Rekening Perbankan Masyarakat