Suhardiman
Selasa, 14 Juli 2026 | 17:49 WIB
Suasana di MAN 3 Padang. [Ist]
Baca 10 detik
  • Siswa berinisial R diduga terlibat insiden ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang pada 14 Juli 2026.
  • Pihak sekolah menyatakan siswa tersebut dikenal pendiam, tidak pernah melakukan pelanggaran, namun sering absen saat belajar.
  • Siswa tersebut tidak pernah melaporkan adanya perundungan kepada pihak sekolah sebelum peristiwa ledakan itu terjadi di sekolah.

SuaraSumbar.id - Pihak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, mengungkap sejumlah fakta terkait siswa berinisial R yang diduga terlibat dalam insiden ledakan bom rakitan di lingkungan sekolah pada Selasa, 14 Juli 2026.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, menyebutkan bahwa selama ini R dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan tidak pernah memiliki catatan pelanggaran serius di sekolah.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan wali kelas, R tercatat cukup sering tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal ini membuat pihak sekolah sempat memanggil orang tuanya untuk mencari solusi bersama.

"Anak ini dari laporan wali kelas memang sering tidak masuk sekolah. Orang tuanya pernah dipanggil dan diminta bersama-sama melakukan perbaikan, terutama terhadap nilai semester dua yang belum tuntas," katanya.

R Tidak Pernah Melapor Jadi Korban Bullying

Ia mengatakan selama ini sekolah telah menjalankan berbagai program pencegahan dan penanganan perundungan melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK).

Namun, R tidak pernah menyampaikan keluhan ataupun melaporkan bahwa dirinya menjadi korban bullying.

"Anak ini tidak pernah melapor kepada kami bahwa ia pernah mengalami bullying," ujarnya.

Sebelum insiden ledakan terjadi, kata Marliza, R tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran tata tertib maupun terlibat dalam kasus kenakalan lainnya di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Polisi Ungkap Siswa Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Diduga Korban Bullying

"Kasus anak ini selama ini hanya terkait sering tidak masuk sekolah dan nilai yang belum tuntas. Sebelum kejadian hari ini, anak ini tidak pernah memiliki riwayat kenakalan atau kasus lainnya. Baru kali ini terjadi," katanya.

Kontributor : B Rahmat

Load More