- Seorang siswa kelas XII MAN 3 Padang berinisial R meledakkan bom rakitan di sekolahnya pada Juli 2026.
- Pelaku belajar merakit bom secara mandiri melalui internet menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh sejak Ramadan.
- Polda Sumbar menduga aksi tersebut dipicu oleh kondisi psikologis pelaku setelah menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.
SuaraSumbar.id - Seorang siswa berinisial R (17) membawa bom rakitan yang diledakkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Pihak kepolisian menyebut R yang merupakan siswa kelas XII belajar merakit bom secara mandiri dari internet.
Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, mengatakan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa bom rakitan tersebut dibuat sendiri oleh R, yang merupakan siswa kelas XII MAN 3 Padang.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, anak ini belajar merakit sendiri melalui internet," kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya, Selasa, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Rosya, bom rakitan tersebut dibuat menggunakan bahan-bahan yang relatif mudah diperoleh, seperti mesiu, kelereng, serta material yang lazim digunakan dalam pembuatan petasan.
Ia juga mengungkapkan bahwa R mulai mempelajari cara merakit bom sejak bulan Ramadan lalu.
"Siswa itu belajar merakit bom sejak bulan puasa kemarin," ujarnya.
Polda Sumbar menduga tindakan yang dilakukan R dipengaruhi oleh kondisi psikologis akibat menjadi korban perundungan atau bullying beberapa waktu terakhir.
Selain melakukan proses penyelidikan, kepolisian juga memberikan perhatian terhadap pemulihan kondisi psikologis siswa tersebut.
Baca Juga: Fakta Siswa Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Dikenal Pendiam dan Sering Absen
"Dugaan sementara dipicu persoalan psikologis karena yang bersangkutan mengalami bullying. Karena itu fokus kami bukan hanya proses pemeriksaan, tetapi juga pemulihan kondisi anak tersebut," katanya.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Kado Kemerdekaan dari Alam, Anak Gajah Sumatera Lahir di Sumsel
-
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
Ketika Ruang Belajar Berubah Menjadi Tempat Kekerasan
-
Kasus Bom MAN 3 Padang, KemenPPPA Sebut Ada Indikasi Paparan Paham Radikal
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia