SuaraSumbar.id - Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memiliki potensi energi panas bumi hingga 230 Mega Watt (MW) dan itu bisa digarap sebagai energi baru terbarukan di masa depan.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Herry Martinus, Kamis (19/10/2023).
"Di Solok Selatan kita punya potensi panas bumi hingga 230 Mega Watt, namun baru tergarap sekitar 85 Mega Watt," kata Herry Martinus.
Pemerintah sedang mengupayakan peningkatan energi panas bumi tersebut sebesar 95 Mega Watt. Saat ini, rencana itu masih dalam tahap negosiasi anggaran dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Selain panas bumi, Ranah Minang juga mempunyai potensi lain seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro atau PLTMH. Namun, berbagai sumber daya energi baru terbarukan itu tidak bisa langsung digarap. Sebab, harus melalui sejumlah proses dan mekanisme yang panjang salah satunya lelang.
"Proses ini sebetulnya jadi hambatan juga. Sebagai contoh kemarin ada calon investor dari Malaysia mau membangun PLTS di Sumbar, namun terkendala masalah teknis dan panjangnya birokrasi yang harus dilalui," ujarnya.
Menurutnya, pengambil kebijakan di tingkat pusat harus segera mencari solusi permasalahan tersebut agar berbagai sumber energi baru terbarukan bisa dimanfaatkan, dan menjadi penyokong ekonomi nasional.
Saat ini pasokan energi pembangkit listrik di Provinsi Sumbar surplus sekitar 20 persen. Artinya, dengan kelebihan energi ditambah pasokan energi baru terbarukan yang melimpah, pemerintah harus bisa memaksimalkan potensi itu.
Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumbar Insannul Kamil mengatakan organisasi tersebut melakukan berbagai skenario dalam upaya mencapai target net zero emission.
Baca Juga: Percepat Pembangunan Nagari Tertinggal, Pemprov Sumbar Raih Penghargaan Wapres Ma'ruf Amin
Ia mengatakan, transisi energi fosil ke energi baru terbarukan merupakan pekerjaan bersama dari tingkat pusat hingga ke daerah. Termasuk komitmen dan konsistensi dalam mengimplementasikannya.
"Transisi energi ini harus melibatkan akademisi, PLN, MKI, praktisi bisnis kelistrikan, media massa hingga masyarakat yang ahli dalam masalah energi baru terbarukan," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Kualitas Udara Kota Padang Tidak Sehat, Warga Diminta Pakai Masker
-
PLTP Ulumbu Dinilai Jadi Solusi Pasokan Listrik di Flores
-
Pakai Teknologi AI dan IOT, Indosat Business Kolaborasi Wujudkan Smart City di Sumbar
-
ICH Fest 2023 Berskala Internasional, Wadah Persatukan Bangsa Serumpun Kelola Warisan Budaya Takbenda
-
Lantik Pejabat Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Andri Yulika: Pelanggaran Sumpah Jabatan Tak Sekadar Korupsi!
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Edukasi untuk Siswa SD
-
Bus Alisman Kecelakaan di Padang, 8 Orang Terluka
-
Dosen UFDK Diduga Jadi Korban Kekerasan Satpol PP
-
Kebakaran Hanguskan 15 Toko di Pasar Kayu Tanam Padang Pariaman