Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Rabu, 30 Agustus 2023 | 19:12 WIB
Ketua MUI Kota Padang, Japeri Jarab. [Dok.Istimewa]

"Ini bukan pengusiran. Ini lebih ke masalah etika dalam bersosial masyarakat. Jadikan mereka ini ngontrak. Menurut versi masyarakat di sana, mereka melaksanakan ibadah. Ibadah mereka kan nyanyi-nyanyi," katanya.

Kemudian kegiatan mereka tersebut dianggap mengganggu ketertiban masyarakat sekitar sehingga ditegur. Namun tidak mereka tidak merespon dengan baik sehingga terjadi kericuhan.

"Oleh salah satu keluarga yang punya rumah ini, dipecahin lah kaca rumah dianggap rumahnya sendiri," tuturnya.

Deddy memastikan kericuhan kedua belah pihak itu terjadi bukan karena pelarangan untuk beribadah. Namun lebih kepada etika.

Baca Juga: Surat Tilang Digital Beredar di WhatsAap, Dirlantas Polda Sumbar Sebut Itu Hoaks: Semuanya Lewat Pos!

"Kejadiannya bertepatan di masjid sedang mengaji, kemudian mereka juga menghidupkan musik juga gitu," jelasnya.

"Jadi mereka ada satu keluarga. Kemudian mengajak warga lain yang beragama kristiani (Nias) juga. Disitu masyarakat tidak setuju," katanya lagi.

Kontributor : B Rahmat

Load More