-
Penyalahgunaan tramadol picu gelisah, tremor, dan risiko ketergantungan berbahaya kesehatan.
-
Pakar UI ingatkan tramadol obat keras wajib resep dokter.
-
BPOM selidiki penjualan tramadol bebas setelah video viral warga.
SuaraSumbar.id - Penggunaan tramadol tanpa pengawasan dokter kembali menjadi sorotan setelah pakar kesehatan mengingatkan dampak serius yang dapat muncul akibat penyalahgunaan tramadol.
Obat pereda nyeri yang tergolong obat keras ini diketahui bisa memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari rasa gelisah, sulit tidur hingga tremor bila digunakan tidak sesuai aturan medis.
Guru Besar dan Konsultan Gastroenterologi Hepatologi di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG menjelaskan bahwa tramadol merupakan obat yang biasa diresepkan dokter untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang.
Dalam praktik medis, obat ini kerap dikombinasikan dengan parasetamol untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. Namun, Ari menegaskan bahwa penyalahgunaan tramadol dapat memicu risiko ketergantungan obat yang berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, obat tersebut tidak boleh digunakan sembarangan tanpa resep dokter.
"Tramadol termasuk obat keras karena sering disalahgunakan dan dapat menyebabkan adiksi atau ketergantungan. Jika sudah adiksi pasien akan meminta obat ini terus dan akan timbul sulit tidur, gelisah, nyeri otot hingga tremor,” kata Ari, Rabu (11/3/2026).
Menurut Ari, sebagian orang menyalahgunakan tramadol karena efek tertentu yang dirasakan setelah mengonsumsinya. Beberapa pengguna mengaku merasa lebih segar, lebih berenergi, bahkan mengalami peningkatan suasana hati serta rasa percaya diri.
Efek tersebut muncul karena obat ini mampu mengurangi rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada tubuh. Kondisi inilah yang membuat sebagian orang mengonsumsi tramadol bukan untuk tujuan pengobatan, melainkan untuk memperoleh sensasi tertentu.
Jika penggunaan berlangsung terus-menerus tanpa pengawasan dokter, risiko ketergantungan obat dapat meningkat. Ketika seseorang sudah mengalami adiksi, mereka cenderung terus mencari obat tersebut dan dapat mengalami berbagai gejala ketika berhenti mengonsumsinya.
"Ini (tramadol) termasuk obat keras dan harus dengan resep dokter. Harus resep dokter. Jadi, tidak boleh dijual bebas," kata Ari menegaskan.
Sementara itu, BPOM menyatakan tengah menyelidiki dugaan penjualan tramadol secara bebas di masyarakat. Otoritas pengawas obat dan makanan tersebut memastikan akan menindak tegas pihak yang terbukti melanggar aturan distribusi obat keras.
Penyelidikan tersebut mencuat setelah beredarnya sebuah video viral di media sosial. Video itu memperlihatkan sejumlah toko di Jakarta Timur dilempari petasan oleh warga karena diduga melakukan penjualan tramadol secara bebas.
Kasus ini kembali memicu kekhawatiran mengenai maraknya penyalahgunaan tramadol di masyarakat. Pakar kesehatan mengingatkan bahwa penggunaan tramadol harus selalu berada di bawah pengawasan tenaga medis guna mencegah risiko kesehatan yang lebih serius. (Antara)
Berita Terkait
-
Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan
-
Menjaga Pengetahuan yang Tumbuh di Hutan: Cerita Sekolah Adat Manusela Mengenalkan Obat Kampung
-
Intrik Istana & Lahirnya Detektif: Review Light Novel Apothecary Diaries
-
Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Petani di Pulau Simeulue Aceh Tunda Penanaman Padi, Kenapa?
-
Heboh Teror 'Pocong Begal' di Solok, Polisi Bilang Hoaks
-
JEMBATAN Soroti Persekusi Mahasiswa di PNJ dan UNP: Kampus Harus Jadi Ruang Aman Bebas Diskriminasi
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui
-
Kunjungan Wisatawan ke Sumbar April 2026 Menurun, Hotel Berbintang Justru Catat Kenaikan Hunian