SuaraSumbar.id - Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) meluncurkan program wirid remaja rutin dua kali sebulan bagi para pelajar SMA/SMK se Sumbar. Kegiatan ini merupakan upaya untuk membangun karakter, serta menekan angka kenakalan remaja demi meyukseskan Sumbar religius dan berbudaya yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026.
"Tahap awal wirid ini melibatkan siswa SMA dan SMK. Dalam jangka panjang kita berharap pelajar SD dan SMP juga bisa ikut bergabung sehingga karakter yang baik bisa terbangun sejak dini, perilaku negatif terminimalisir," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi, dalam keterangan tertulis, Minggu (23/10/2022).
Wirid ini akan digelar dua kali dalam sebulan, setiap sabtu malam pada minggu kedua dan keempat di setiap bulannya. Mulai dari Maghrib hingga selesai Isha dengan konsep mengadopsi Pesantren Ramadhan yang selama ini telah dilaksanakan di berbagai daerah di Sumbar.
"Konsep Pesantren Ramadhan kita perluas. Kalau biasanya hanya pada bulan Ramadhan, sekarang kita lakukan sepanjang bulan," katanya.
Materi yang diberikan tidak hanya tentang agama dengan metode ceramah, tetapi juga materi lain yang berkaitan dengan remaja bahkan tentang adat dan budaya.
Mahyeldi menyebut kegiatan itu sekaligus menghidupkan kembali budaya pendidikan surau yang merupakan salah satu keunggulan budaya Minangkabau, yang sekarang sudah mulai hilang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kabupaten/kota, MUI Sumbar, Dewan Masjid dan Kantor Wilayah Kemenag Sumbar dan organisasi kemasyarakatan untuk mensukseskan kegiatan tersebut.
"Untuk tahap awal mungkin akan banyak kendala tetapi dalam waktu berjalan kita akan terima semua masukan untuk evaluasi guna penyempurnaan," katanya.
Dalam teknis pelaksanaannya, kata Barlius, siswa boleh mimilih wirid di masjid terdekat dengan rumah atau tempat domisili. Minimal dengan 15 orang siswa, kegiatan bisa dilaksanakan.
Baca Juga: Sumbar Bakal Punya Dua 'Sirip' Tol Trans Sumatera, Mahyeldi: Menteri Janji Masuk RPJMN 2024-2029
Melalui kegiatan itu diharapkan juga akan terjadi pembauran antara siswa SMK/SMK sehingga terbentuk rasa saling menghargai, kebersamaan. Dengan demikian potensi terjadinya tawuran juga bisa diminimalkan.
Tag
Berita Terkait
-
Mengokohkan Peranan Perempuan Minangkabau, Menjaga Peradaban Bangsa
-
Kabar Duka, Ayah Gubernur Sumbar Mahyeldi Meninggal Dunia di RSAM Bukittinggi
-
BBM Subsidi Naik, Gubernur Sumbar Desak OPD Percepat Realisasi APBD
-
Wujudkan Generasi Muda Minang Berkarakter Lewat Edukasi ABS-SBK, Gubernur Sumbar: Semua Harus Berkomitmen!
-
Pantau Kawasan Rawan Longsor Sitinjau Lauik, Gubernur Sumbar Pastikan Percepat Penanganan: Jangan Sampai Ada Korban!
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla