"Kita mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait akses jalan yang buruk dan sulit dilewati di Galugua terutama saat musim hujan. Karena itu kita akan perbaiki secara bertahap," kata Gubernur Sumbar.
Menurut Mahyeldi, kondisi sebagian jalan sepanjang 8 kilometer dari batas Nagari Sialang menuju pusat nagari Galugua serta Jorong Tanjung Jajaran, memang sangat buruk.
Tahun ini Pemprov Sumbar menganggarkan untuk perbaikan dua titik ruas jalan. Titik pertama di batas Nagari Sialang dan Galugua, jalan itu akan diaspal sepanjang 1,3 kilometer dengan luas 6 meter.
Titik berikutnya menjelang pemukiman penduduk di Jorong Tanjung Jajaran, nagari Galugua. Akan dirabat beton sepanjang 800 meter dengan luas 6 meter.
"Total pembangunan tahun ini sepanjang 2,1 kilometer dari panjang jalan 8 kilometer," ujarnya.
Tahun 2023, juga direncanakan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk melanjutkan perbaikan jalan tersebut sehingga akhirnya bisa tuntas.
"Akses jalan merupakan nadi utama perekonomian. Tanpa jalan yang memadai, sulit perekonomian sebuah daerah akan berkembang," ujarnya.
Selain itu, Mahyeldi juga meninjau perbatasan Jorong Tanjung Jajaran dengan Rokan Hulu, Riau yang dipisahkan sungai Batang Kampar.
"Kita menyeberang ke Riau untuk melihat perbandingan. Ternyata untuk akses jalan kita memang kalah. Ini akan kita benahi. Namun kita memiliki keunggulan yaitu dari segi pariwisata yang bisa menarik masyarakat Riau untuk datang," ujarnya.
Baca Juga: Percepat Ekonomi Wilayah Perbatasan, Sumbar Upayakan Bangun Jalan Tembus Nagari Pelosok Menuju Riau
Dalam jangka panjang, Pemprov Sumbar akan mengupayakan pembangunan jembatan melintasi sungai Batang Kampar sehingga akses masyarakat timbal balik akan semakin lancar dan perekonomian makin menggeliat.
Wali Nagari Galugua, Aidil Fitri mengatakan akses jalan yang buruk membuat harga barang di nagari itu melambung jauh lebih tinggi dari nagari tetangga Sialang.
"Harga semen saja sebagai contoh. Di Nagari Sialang sekitar Rp60 ribu, sampai di Galugua jadi Rp100 ribu, padahal jaraknya hanya 8 kilometer," ujarnya.
Ia sangat berharap pemerintah kabupaten dan provinsi bahu membahu memperbaiki akses jalan di daerah itu, kalau perlu tembus hingga ke Riau agar perekonomian masyarakat meningkat.
Tag
Berita Terkait
-
Tour de Singkarak Diundur Lagi hingga 2023, Ini Alasannya
-
Gubernur Mendadak Tes Urine Seluruh Pejabat Eselon II Pemprov Sumbar, Hasilnya Mengejutkan
-
Realisasi Inflasi Sumbar pada Mei Tertinggi di Sumatera
-
Ratusan Rombongan Moge Harley Davidson 'Serbu' Istano Basa Pagaruyuang, Gubernur Sumbar Bilang Begini
-
7 Gubernur di Sumatera Bangun Kerja Sama Pembangunan, Termasuk Sumatera Barat
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kemenhut Tangkap Pengedar Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong di Padang, Ini Kronologinya
-
Mantri BRI Tempuh Perjalanan Antardesa untuk Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud
-
Transformasi BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Dukung Program Prioritas Pemerintah
-
Bisnis Usaha Gula Merah Rosidah Berkembang Pesat Berkat KUR BRI
-
Percepat Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Apresiasi