- KNKT rekomendasikan penutupan Jalan Sitinjau Lauik karena kecelakaan sering terjadi.
- Data kecelakaan Sitinjau Lauik 2020–2024 mencapai seratus kejadian mematikan.
- Flyover Sitinjau Lauik Rp2,7 triliun ditargetkan selesai pada tahun 2027.
SuaraSumbar.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan penutupan jalur Sitinjau Lauik. Jalan utama Padang-Solok itu dinilai memiliki tingkat risiko kecelakaan yang sangat tinggi.
Rekomendasi petunupan jalan Sitinjau Lauik ini disampaikan setelah berbagai kajian menunjukkan kondisi jalan yang ekstrem dan berbahaya bagi pengendara.
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, mengatakan bahwa rekomendasi KNKT terkait penutupan Jalan Sitinjau Lauik muncul karena tingginya angka kecelakaan di jalur penghubung penting antara Kota Padang dan Solok tersebut. Menurutnya, hampir setiap hari insiden kecelakaan terjadi di kawasan itu.
"Faktanya, setiap hari hampir selalu ada kecelakaan di Jalan Sitinjau Lauik," kata Mahyeldi, Sabtu (14/3/2026).
Pemprov Sumbar menilai persoalan keselamatan di Jalan Sitinjau Lauik harus segera diatasi. Salah satu solusi yang disiapkan adalah pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang ditargetkan selesai pada 2027 dengan nilai proyek mencapai Rp 2,7 triliun.
Mahyeldi menjelaskan, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi langkah mendesak untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalur yang dikenal memiliki tikungan tajam serta tanjakan dan turunan curam.
Data kepolisian menunjukkan kecelakaan di kawasan Jalan Sitinjau Lauik dalam kurun waktu 2020 hingga 2024 mencapai 100 kejadian.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 orang dilaporkan meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, sementara korban lainnya mengalami luka ringan.
Sejumlah kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut juga kerap melibatkan kendaraan berat seperti truk pengangkut logistik yang melintas dari arah Kota Padang menuju Solok maupun sebaliknya. Dalam beberapa kasus, kendaraan mengalami rem blong hingga akhirnya terjun ke jurang.
Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil, tetapi juga berdampak pada kelancaran distribusi logistik dan aktivitas ekonomi di wilayah Sumatera Barat.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Elsa Putra Friandi menjelaskan secara geometrik kondisi Jalan Sitinjau Lauik memang tidak ideal untuk dilalui kendaraan, terutama kendaraan berat.
"Flyover Sitinjau Lauik ini nantinya akan menjadi solusi tikungan-tikungan yang tajam dan curam tersebut," ujarnya.
Elsa menambahkan hasil kajian lembaga terkait menunjukkan terdapat sekitar tujuh kilometer ruas jalan di kawasan Jalan Sitinjau Lauik yang tidak memenuhi standar ideal untuk jalur transportasi utama.
Karena itu, proyek pembangunan flyover sepanjang 2,2 kilometer di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi awal untuk mengatasi permasalahan keselamatan di Jalan Sitinjau Lauik, sekaligus menjawab rekomendasi KNKT terkait penanganan jalur berisiko tinggi tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Masalah Imran Nahumarury dengan Malut United, Kini Resmi Jadi Pelatih Semen Padang
-
Van Gastel Puji Mental Baja PSIM Yogyakarta Usai Tahan Imbang Semen Padang Meski Kalah Jumlah Pemain
-
Pelatih Semen Padang FC Dejan Antonic Dipecat Usai Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta
-
Padang Lamun Terancam: Mengapa Kerusakannya Bisa Picu Emisi dan Ganggu Ekonomi Pesisir?
-
PSIM Yogyakarta Kehilangan Ze Valente Lawan Semen Padang, Van Gastel Putar Otak
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Pabrik Semen Pertama di Asia Tenggara, Fadli Zon Dorong Indarung I Jadi Ruang Seni
-
Polres Agam Siapkan 7 Jalan Alternatif Mudik Lebaran 2026, Antisipasi Kemacetan Jalan Rusak
-
Cicilan Ringan dan Tenor Fleksibel, BRI KKB Jadi Solusi Pembiayaan Mobil Baru
-
Momentum Imlek 2026, BRI Perkuat Layanan Wealth Management bagi Nasabah
-
Dugaan Korupsi Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, Wakajati Sumbar: Kami Bekerja Serius!