-
Polres Agam siapkan tujuh jalur alternatif mudik Lebaran 2026.
-
Kerusakan jalan akibat bencana picu antisipasi kemacetan mudik.
-
Operasi Ketupat 2026 libatkan TNI dan instansi terkait.
SuaraSumbar.id - Polres Agam, Sumatera Barat (Sumbar) siapkan tujuh jalan alternatif mudik Lebaran 2026 guna mengantisipasi kemacetan yang berpotensi terjadi akibat kerusakan sejumlah ruas jalan setelah bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah tetap lancar dan aman.
Sejumlah jalur utama di wilayah Kabupaten Agam mengalami kerusakan setelah terdampak banjir bandang, tanah longsor, dan banjir beberapa waktu lalu.
Kapolres Agam AKBP Muari mengatakan, untuk mengurai potensi kemacetan, terutama di titik-titik yang terdampak kerusakan infrastruktur jalan, diperlukan jalur alternatif.
"Kita menyediakan tujuh jalan alternatif untuk mengurai kemacetan saat melewati jalan yang rusak," kata Kapolres Agam AKBP Muari, dikutip dari Antara, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, jalur alternatif tersebut menghubungkan sejumlah daerah penting seperti Lubuk Basung menuju Bukittinggi serta jalur yang mengarah ke Palembang menuju Bukittinggi.
Jalur-jalur ini dipastikan aman untuk dilalui kendaraan pemudik selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Selain penyiapan jalur alternatif, pemerintah juga telah membangun sejumlah infrastruktur darurat untuk mendukung kelancaran lalu lintas.
Beberapa jembatan yang sebelumnya rusak akibat banjir bandang kini digantikan dengan jembatan semi permanen.
Pembangunan tersebut meliputi pemasangan jembatan bailey dan armco di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat bencana hidrometeorologi.
Dengan adanya jembatan bailey dan armco maka arus lalu lintas kembali normal dan termasuk perekonomian masyarakat.
"Jembatan bisa menjadi alternatif bagi pengendara saat melewati daerah itu," katanya.
Di sisi lain, Polres Agam juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan selama Operasi Ketupat 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan pemudik tetap aman dan nyaman.
Ia mengakui Polres Agam membuat dua pos pelayanan dan dua pos pengamanan saat Operasi Ketupat 2026, agar mudik aman dan keluarga bahagia.
Operasi Ketupat tersebut melibatkan puluhan personel kepolisian yang diperkuat oleh unsur TNI, Satpol PP, BPBD, serta Dinas Perhubungan.
Berita Terkait
-
3 Jalan Alternatif ke Gunungkidul Bebas Macet, Pastikan Kondisi Kendaraan Prima
-
Ini Jalan Alternatif Pantai Parangtritis ke Malioboro Jogja, Rute Rahasia Bebas Maacet
-
Ratusan Rumah Luluh Lantak, Pemkab Agam Membutuhkan 525 Huntara Bagi Korban Banjir
-
Kisah Pria Sampai Sewa Alat Berat Sendiri, Demi Temukan Jasad Ibu yang Tertimbun Longsor di Agam
-
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Polres Agam Siapkan 7 Jalan Alternatif Mudik Lebaran 2026, Antisipasi Kemacetan Jalan Rusak
-
Cicilan Ringan dan Tenor Fleksibel, BRI KKB Jadi Solusi Pembiayaan Mobil Baru
-
Momentum Imlek 2026, BRI Perkuat Layanan Wealth Management bagi Nasabah
-
Dugaan Korupsi Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, Wakajati Sumbar: Kami Bekerja Serius!
-
Tambang Ilegal Rusak Lingkungan dan Picu Banjir, Wakapolda Sumbar: Tak Cukup dengan Penegakan Hukum!