Riki Chandra
Kamis, 03 Maret 2022 | 17:09 WIB
Muhadjir Effendy saat memberikan keterangan pers usai mengunjungi lokasi terdampak gempa di Pasaman Barat. [Dok.Antara]

SuaraSumbar.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendy meminta pemerintah daerah atau Satuan Tugas tanggap darurat bencana, segera mempercepat validasi data korban gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).

"Percepat validasi data korban gempa dan pengungsi karena ini kaitannya nanti dengan pemberian bantuan kepada warga yang terdampak," katanya saat meninjau langsung lokasi pengungsian dan warga yang terdampak gempa di Pasaman Barat, Kamis (3/3/2022).

Ia mengatakan, validasi data korban gempa setidaknya harus selesai jelang berakhirnya masa tanggap darurat bencana di Pasaman Barat yaitu pada 10 Maret 2022.

Selain itu, lanjutnya data tersebut akan menjadi pijakan untuk rencana pemberian uang tunggu dan pembangunan hunian sementara bagi warga yang rumahnya tidak bisa ditempati.

Selain rumah warga, Muhadjir Effendy juga meminta percepatan data kerusakan infrastruktur serta fasilitas umum.

"Diharapkan pada 10 Maret 2022 yang menjadi batas tanggap darurat bencana, pendataan sudah selesai dan final," katanya.

Berdasarkan data sementara dampak gempa Pasaman Barat mengakibatkan korban jiwa sebanyak enam orang, dengan rincian empat orang tertimpa, dan dua orang pascagempa. Satu relawan juga meninggal dunia saat turun ke Pasaman Barat.

Gempa juga merusak 3.094 unit rumah warga, 29 rumah ibadah, 33 sekolah, 10 fasilitas kesehatan, dan lima unit perkantoran.

Diketahui, jumlah warga yang mengungsi saat ini mencapai 11 ribu lebih karena rumahnya rusak dan warga khawatir akan gempa susulan.

Baca Juga: Rumah Sejumlah Wartawan di Pasaman Barat Rusak Parah Pasca Diguncang Gempa, Ada yang Hancur Tak Bisa Ditempati

Dalam peninjauan langsung tersebut Muhadjir meminta agar kebutuhan pengungsi bisa dipenuhi, terutama untuk kebutuhan dasar seperti makanan, minum, dan lainnya.

"Dari hasil peninjauan tadi saya lihat (bantuan) sudah ada, namun perlu disinkronkan data pengungsi di tiap-tiap lokasi. Agar jumlah orang di sana sesuai dengan kebutuhan," katanya. (Antara)

Load More