- Praktisi kesehatan Ngabila Salama menjelaskan bahwa kelelahan ekstrem ditandai dengan penurunan fokus, emosi tidak stabil, dan menurunnya daya tahan fisik.
- Kondisi ini disebabkan kurangnya waktu tidur berkualitas, sehingga perlu menjaga konsistensi jam istirahat serta menciptakan suasana kamar yang nyaman.
- Masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika kelelahan terus berlanjut meski telah menerapkan pola istirahat yang lebih baik.
SuaraSumbar.id - Kelelahan sering dianggap hal biasa, terutama bagi masyarakat dengan aktivitas padat dan tuntutan pekerjaan tinggi. Padahal, tubuh yang terlalu lelah sebenarnya memberikan berbagai sinyal penting yang tidak boleh disepelekan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, risiko gangguan kesehatan fisik maupun mental dapat meningkat secara signifikan. Praktisi kesehatan masyarakat lulusan Universitas Indonesia, Ngabila Salama, menyebut beberapa sinyal tubuh mengalami kelelahan seperti mudah mengantuk di siang hari, sulit fokus, mudah lupa, emosi lebih sensitif atau mudah marah.
Orang-orang dengan tubuh yang lelah juga sering merasakan sakit kepala, pegal berkepanjangan, mata terasa berat, hingga sering sakit atau daya tahan tubuh menurun.
Salah satu penyebab dari seluruh tanda tersebut adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas. Ngabila menyampaikan hal tersebut dapat diatasi dengan tidur lebih lama di akhir pekan yang dapat membantu mengurangi “utang” tidur sementara.
“Namun, bila terlalu berlebihan sampai siang atau mengubah jam tidur drastis, ritme biologis tubuh bisa terganggu dan justru membuat tubuh lebih lemas saat kembali beraktivitas. Yang paling baik adalah menjaga jadwal tidur tetap konsisten setiap hari dan memperbaiki kualitas tidur secara bertahap,” katanya, melansir Antara, Kamis, 7 Mei 2026.
Guna menciptakan waktu tidur yang berkualitas dan nyenyak, dia menyarankan untuk tidur dan bangun di jam yang relatif sama setiap hari serta mengurangi penggunaan gawai satu jam sebelum tidur supaya tubuh dapat rileks dan tenang.
Langkah berikutnya yakni menciptakan suasana kamar menjadi nyaman, gelap, dan sejuk. Hindari mengonsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein pada malam hari yang dapat membuat tubuh terjaga.
Ngabila juga menyarankan untuk rajin berolahraga ringan secara teratur sehingga tubuh tetap bugar, berstamina dan sehat.
Ngabila juga mengingatkan jika keluhan lelah berlebihan berlangsung lama meski sudah cukup istirahat, individu yang bersangkutan perlu melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan karena mungkin saja terkena anemia, gangguan tidur, stres atau penyakit tertentu.
Berita Terkait
-
Pasien JKN Rasakan Manfaat Radioterapi Canggih, Pelayanan Cepat dan Akses Semakin Mudah
-
Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata