Suhardiman
Rabu, 06 Mei 2026 | 11:50 WIB
Tim BPBD Agam melakukan evakuasi material longsor.(Suara.com/istimewa)
Baca 10 detik
  • BPBD Kabupaten Agam mengeluarkan peringatan dini potensi longsor susulan di Jorong Kampuang Baruah akibat curah hujan tinggi.
  • Kondisi tanah yang labil dan jenuh air meningkatkan risiko pergerakan tanah pada zona merah di wilayah tersebut.
  • Bencana longsor sebelumnya menelan satu korban jiwa dan menyebabkan enam warga luka-luka akibat tertimbun material tanah.

SuaraSumbar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengeluarkan peringatan dini soal potensi longsor susulan di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Peringatan ini dikeluarkan menyusul kondisi cuaca ekstrem dan struktur tanah yang kian labil pascabencana di kawasan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan terkini, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi mengguyur wilayah Kabupaten Agam.

Kondisi ini dikhawatirkan akan memicu pergerakan tanah lanjutan, terutama pada titik-titik yang masuk dalam zona merah pemetaan bencana.

"Curah hujan sudah cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, sehingga hampir seluruh daerah rawan longsor harus diwaspadai," katanya, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut Rahmad, ancaman utama saat ini adalah kondisi tanah yang semakin jenuh akibat paparan air hujan yang terus-menerus.

"Hal tersebut mengakibatkan stabilitas lereng menurun dan meningkatkan risiko terjadinya longsor secara tiba-tiba tanpa didahului tanda-tanda yang jelas," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Agam telah menginstruksikan masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar tebing atau wilayah terdampak, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Warga diminta untuk sementara waktu menghindari aktivitas di lokasi-lokasi yang dinilai memiliki kemiringan curam dan potensi pergerakan tanah yang tinggi.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan segera mencari tempat yang lebih aman terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama,” katanya.

Diketahui, longsor mengakibatkan tiga unit rumah warga tertimbun material tanah. Selain itu, satu orang meninggal dunia dan enam lainnya harus menjalani perawatan medis.

Korban meninggal dunia teridentifikasi bernama Awal (50). Jasad korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Rabu (6/5) sekitar pukul 03.45 WIB dalam kondisi tertimbun material longsor.

Sementara itu, enam warga lainnya dilaporkan selamat namun mengalami luka-luka, sehingga harus segera dilarikan ke RSUD dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.

Kontributor : B Rahmat

Load More