Suhardiman
Rabu, 06 Mei 2026 | 11:21 WIB
Pekerja bangunan tersengat listrik di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. [Antara]
Baca 10 detik
  • Seorang pekerja bangunan bernama Rian Hidayat tersengat listrik di Desa Balai Gurah, Agam, pada 6 Mei 2026.
  • Insiden terjadi saat korban mengangkat besi yang menyentuh kabel tegangan menengah PLN ketika sedang bekerja.
  • Personel Polresta Bukittinggi dan Damkar berhasil mengevakuasi korban yang mengalami luka bakar ke rumah sakit Padang.

SuaraSumbar.id - Suasana tenang di Desa Balai Gurah, Panampuang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan saat seorang pekerja bangunan tersengat arus listrik saat menjalankan pekerjaannya.

Insiden tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berkerumun di lokasi.

Diduga pekerja bangunan tersengat listrik saat mengangkat besi bahan bangunan yang menyentuh kabel tegangan menengah PLN.

Beruntung, personel kepolisian dari Polresta Bukittinggi yang tengah berpatroli segera merespons situasi darurat ini. Tanpa membuang waktu, petugas langsung menuju sumber keramaian.

"Saat itu petugas sedang berpatroli melihat keramaian warga yang tampak histeris menunjuk ke arah sebuah bangunan pekerjaan, petugas langsung merespon," kata Kasi Humas Polresta Bukittinggi, Iptu Gunawan, melansir Antara, Rabu, 6 Mei 2026.

Setelah memastikan aliran listrik telah dimatikan, salah satu petugas dengan berani naik ke atap bangunan untuk menjangkau korban. Bersama tim pemadam kebakaran, proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

"Personel Aiptu Ramlin Manik langsung menaiki atap bangunan di mana pekerja tampak terkapar, sebelumnya dipastikan aliran listrik sudah dimatikan," ujar Gunawan.

"Personel bersama petugas Damkar berhasil menurunkan korban dari lokasi kejadian dan membawa ke rumah sakit terdekat," ucapnya.

Korban diketahui atas nama Rian Hidayat (33) warga Desa Lambah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.

Ia mengalami luka bakar karena kejadian itu yang akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.

Load More