- Praktisi kesehatan Ngabila Salama menyatakan bahwa minuman berkafein hanya menunda rasa lelah, bukan menjadi solusi utama kelelahan tubuh.
- Konsumsi kafein berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan seperti jantung berdebar, cemas, dan penurunan kualitas tidur bagi seseorang.
- Ngabila menyarankan pemenuhan nutrisi bergizi, hidrasi yang cukup, olahraga teratur, serta istirahat berkualitas untuk menjaga kebugaran tubuh secara optimal.
SuaraSumbar.id - Banyak orang mengandalkan kopi untuk melawan rasa kantuk dan menjaga produktivitas sepanjang hari. Namun, praktisi kesehatan masyarakat lulusan Universitas Indonesia, Ngabila Salama, mengingatkan bahwa minuman berkafein seperti kopi secara berlebihan bukanlah solusi untuk mengatasi tubuh yang sedang kelelahan.
"Kafein bukan menghilangkan kelelahan, melainkan menunda rasa lelah,” katanya melansir Antara, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, kopi memang dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi karena merangsang sistem saraf pusat. Namun, kafein bukan menghilangkan kelelahan dan jika dikonsumsi berlebihan terutama sore atau malam hari, dapat menyebabkan jantung berdebar, cemas, gangguan lambung, dan kualitas tidur menurun.
Kopi lebih baik dikonsumsi dalam takaran secukupnya sambil diimbangi dengan istirahat yang cukup dan hidrasi yang baik, sebab saat lelah, tubuh justru tetap membutuhkan energi dan nutrisi.
Ia mengatakan jika individu merasa lelah sampai tidak nafsu makan, hal yang dapat dilakukan adalah memilih makanan porsi kecil tetapi bergizi dan mudah dikonsumsi, misalnya buah, telur, sup, yogurt, kacang-kacangan, atau makanan tinggi protein dan serat.
"Hindari terlalu banyak makanan tinggi gula karena dapat membuat energi cepat turun kembali. Jangan lupa cukup minum air putih karena dehidrasi juga dapat memperberat rasa lelah," ucap dia.
Ngabila juga menyarankan untuk rajin berolahraga ringan secara teratur sehingga tubuh tetap bugar, berstamina dan sehat.
Ia mengatakan tubuh yang terlalu lelah sering memberi tanda yang dianggap sepele, seperti mudah mengantuk di siang hari, sulit fokus, mudah lupa, emosi lebih sensitif atau mudah marah, sakit kepala, pegal berkepanjangan, mata terasa berat, hingga sering sakit atau daya tahan tubuh menurun.
Jika dibiarkan terus-menerus, kelelahan kronis dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan fisik maupun mental. Salah satu penyebab dari seluruh tanda tersebut adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas.
Berita Terkait
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes
-
Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi