SuaraSumbar.id - Aksi penganiayaan terhadap satwa liar simpai (jenis monyet) akhir terungkap. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Tanah Datar bersama Tim Cyber Crime Polda Sumbar menangkap lima pemuda yang terlibat.
Pelaksana Harian Kepala BKSDA Sumbar, Wawan Sukawan mengatakan, video penganiayaan terhadap satwa liar itu sempat viral di media sosial. Kemudian BKSDA bersama cyber crime Polda mencari orang yang ada dalam video tersebut.
"Mereka berjumlah lima orang dan diamankan di Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar," kata Wawan, Minggu (4/4/2021).
Wawan membeberkan, kelima pemuda yang terlibat penganiayaan itu terjadi pada bulan Januari 2021 lalu. Namun untuk proses selanjutnya, diserahkan kepada penyidik Polda Sumbar.
"Untuk kelanjutannya, kami serahkan kepada penyidik, sekaligus penindakan yang bakal diberikan kepada kelima pemuda yang terlibat," katanya.
Sebelumnya, sebuah video berisi konten penganiayaan terhadap satwa langka viral di media sosial. Kuat dugaan, lokasi pembuatan video itu berada di daerah Sumatera Barat.
Dalam video berdurasi 28 detik itu, sejumlah remaja laki-laki tampak menyakiti dengan cara menarik-narik ekor satwa langka dilindungi jenis Simpai atau Surili Sumatera dengan nama latin Presbytis melalophos.
Simpai tersebut menjerit ketakutan dan berlari ke arah sungai. Sedangkan para remaja-remaja itu tertawa dan berbicara dengan logat bahasa daerah Sumbar.
Video tersebut juga dibagikan akun Instagram @jakartaanimalaidnetwork dan ditonton puluhan ribu netizen.
Simpai adalah jenis hewan primata dari famili Cercopithecidae. Hewan tersebut adalah satwa endemik khas Sumatera dan dilindungi UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.
Setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati ataupun bagian-bagian tubuhnya serta hasil olahannya. Sanksinya adalah pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 100 juta.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Viral Remaja Aniaya Primata Langka, BKSDA Sumbar & Polisi Buru Pelaku
-
BKSDA Sumbar Ungkap 2 Daerah yang Dicurigai Lokasi Penyiksaan Hewan Langka
-
Viral Video Remaja Siksa Hewan Langka, BKSDA Curiga Lokasinya di Sumbar
-
Seekor Beruk Resahkan Warga Agam, Mangsa Ayam hingga Masuk Asrama Putri
-
Jual Satwa Langka, Sopir Travel Pasaman-Pekanbaru Ditangkap BKSDA Sumbar
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Serunya Berburu Karya Lokal di BRIZZI ARKIV Blok M Hub
-
Sidang Yogi Gilang Arya: Internet Jadi Kasus Hukum Justru Dipakai Polres Mentawai
-
BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
-
Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026