SuaraSumbar.id - Sebanyak 10 lapak pedagang di Pantai Kata, Kota Pariaman, Sumatera Barat, dibongkar paksa tim gabungan Satpol PP Kota Pariaman, Rabu (10/3/2021).
Kabid PPUD dan SDM Satpol PP Kota Pariaman, Muhammad Taufik mengatakan, penertiban dilakukan bersama-sama dengan anggota TNI dan Polri. Para pedagang itu melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2006 yang membahas tentang pendirian bangunan di lokasi objek wisata.
"Dilarang bagi siapapun mendirikan lapak atau bangunan tanpa izin dari pihak Dinas Pariwisata," katanya, dikutip dari Klikpositif.com - jaringan Suara.com.
Sebelum dibongkar paksa, kata Muhammad Taufik, pihaknya telah memperingati dan menyurati para pemilik lapak.
"Penertiban tidak ada perlawanan. Pemilik lapak koperatif dan bersedia lapaknya dibongkar," tuturnya.
"Tidak hanya di Pantai Kata, seluruh kawasan wisata pantai akan ditertibkan bangunan atau lapak yang tidak punya izin," sambungnya lagi.
Berita Terkait
-
Ada Geng Pecinta Orgen Tunggal di Pariaman, Diduga Prostitusi Terselubung
-
Pertemuan Awal Usai Kenal di Facebook, Pria Padang Pariaman Cabuli Pelajar
-
Murka Diputus Pacar, Mahasiswa Sumbar Sebar Foto Mantan Setengah Telanjang
-
Kata Wali Kota Pariaman Usai Ditegur Kemendagri Gegara Tolak SKB 3 Menteri
-
Tegas Tolak SKB 3 Menteri, Wali Kota Pariaman: Itu Urusan Daerah
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Petani di Pulau Simeulue Aceh Tunda Penanaman Padi, Kenapa?
-
Heboh Teror 'Pocong Begal' di Solok, Polisi Bilang Hoaks
-
JEMBATAN Soroti Persekusi Mahasiswa di PNJ dan UNP: Kampus Harus Jadi Ruang Aman Bebas Diskriminasi
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui
-
Kunjungan Wisatawan ke Sumbar April 2026 Menurun, Hotel Berbintang Justru Catat Kenaikan Hunian