- Cabai merah dan jengkol dominan menyumbang inflasi Sumbar Februari 2026.
- Inflasi bulanan Sumbar Februari 2026 tercatat sebesar 0,30 persen.
- Dharmasraya catat inflasi tertinggi, Pasaman Barat alami deflasi bulanan.
SuaraSumbar.id - Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi penyebab utama inflasi di Sumatera Barat (Sumbar) Februari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat cabai merah dan jengkol menjadi komoditas yang paling dominan mendorong kenaikan harga di wilayah tersebut.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, menjelaskan bahwa inflasi Sumbar Februari 2026 dipicu oleh beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga signifikan di pasar. Dua komoditas yang paling berkontribusi adalah jengkol dan cabai merah.
"Terdapat beberapa komoditas yang dominan mendorong terjadinya inflasi di antaranya jengkol dengan andil 0,04 persen, dan cabai merah 0,26 persen," kata Nurul, dikutip dari Antara, Kamis (5/3/2026).
Selain dua komoditas tersebut, inflasi Sumbar Februari 2026 juga dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah bahan pangan lainnya.
Salah satunya adalah daging ayam ras yang tercatat mengalami inflasi sebesar 2,70 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,04 persen.
BPS juga mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut menjadi penyumbang inflasi bulan ke bulan. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 2,58 persen dengan andil 0,14 persen, di mana komoditas yang paling dominan adalah emas perhiasan.
Di sisi lain, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga juga memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga. Kelompok ini tercatat mengalami inflasi sebesar 0,80 persen dengan andil sebesar 0,14 persen.
Nurul Hasanudin menjelaskan bahwa salah satu komoditas yang memengaruhi kelompok tersebut adalah tarif air minum dari perusahaan air minum (PAM).
"Tarif air minum PAM ini kembali ke harga normal setelah sebelumnya ada pemberian diskon oleh PDAM Kota Padang," jelasnya.
Secara keseluruhan, BPS mencatat inflasi Sumbar Februari 2026 sebesar 0,30 persen jika dibandingkan dengan Januari 2026. Namun jika dilihat secara tahun kalender atau year to date, Provinsi Sumatera Barat justru mengalami deflasi sebesar 0,85 persen.
Sementara itu, secara tahunan atau year on year, tingkat inflasi di Sumatera Barat tercatat sebesar 4,39 persen.
BPS juga mencatat pergerakan inflasi di sejumlah kabupaten dan kota yang menjadi wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK). Dari empat daerah yang dipantau, tiga di antaranya mengalami inflasi pada Februari 2026.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Dharmasraya yang mencapai 0,85 persen. Posisi berikutnya ditempati Kota Bukittinggi dengan inflasi sebesar 0,50 persen, disusul Kota Padang sebesar 0,32 persen.
Sementara itu, Kabupaten Pasaman Barat menjadi satu-satunya daerah yang mengalami deflasi pada Februari 2026 dengan angka minus 0,13 persen.
Untuk inflasi tahunan, Kota Bukittinggi mencatatkan angka tertinggi yaitu sebesar 5,17 persen. Selanjutnya Kabupaten Dharmasraya sebesar 4,84 persen, Kota Padang 4,42 persen dan Kabupaten Pasaman Barat sebesar 3,81 persen.
Berita Terkait
-
Inflasi Februari 4,76% YoY, Kemenkeu Jamin Harga Pangan Aman di Ramadan-Lebaran
-
BPS: Impor Migas Masih Dominan di Awal Tahun, Melonjak 27,52%
-
Jaga Harga Bahan Pokok, BI Perkuat Kredit Pangan Jelang Idulfitri
-
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun di Januari
-
Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
5 Lipstik Emina, Lengkap dengan Daftar Harga Terbaru
-
Polres Pasaman Barat Dirikan 5 Pos Pengamanan Lebaran 2026, Layani Pemudik 24 Jam!
-
Aktivitas Gunung Marapi Stabil, Ini Penjelasan Badan Geologi
-
CEK FAKTA: AC Masjid Meledak hingga Tewaskan 20 Jamaah Shalat Subuh, Benarkah?
-
Alasan Semen Padang FC Pecat Dejan Antonic, Buntut Kabau Sirah Gagal Kalahkan PSIM di Laga Kandang?