SuaraSumbar.id - Pembangunan Trans Mentawai masih terbengkalai. Jalan yang belum rampung itu berada di Pulau Siberut.
Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan, pihaknya telah mengajukan kembali kelanjutan pembangunan Trans Mentawai ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
"Untuk Trans Mentawai di Pulau Sipora sudah selesai. Tinggal di Pulau Siberut yang masih belum," kata Yudas Sabaggalet, dikutip dari Klikpositif.com - jaringan Suara.com, Selasa (9/3/2021).
Menurut Yudas, panjang jalan di Pulau Sipora yang telah diselesaikan mencapai 80 kilometer. Setelah itu, proses pembangunan Trans Mentawai dilanjutkan ke Pulau Siberut.
"Trans Mentawai yang di Pulau Siberut ini masih berproses," tuturnya.
Saat ini, baru sekitar 20 persen Trans Mentawai di Pulau Siberut selesai dibangun.
"Pulau Siberut besar dan banyak rawa-rawa. Jadi untuk pembukaan jalannya ini memang lebih sulit dibanding Pulau Sipora. Makanya setiap TMMD, kami selalu mengajukan," katanya.
Sementara itu, untuk betonisasi di Pulau Siberut menurutnya juga masih 20 persen dari total panjang Trans Mentawai 393 kilometer.
"Masih sekitar 20 persen yang sudah dilakukan betonisasi dan kami masih terus mengupayakan untuk menembus sampai ke Siberut Barat," katanya.
Baca Juga: Mentawai Diguncang Gempa, Keluarga Pasien RSUP M Djamil Padang Berhamburan
Menurutnya, jika Trans Mentawai selesai, maka mobilitas masyarakat akan lebih mudah, sehingga perekonomian juga lebih mudah dibanding saat ini.
Berita Terkait
-
Kapal Perang Teluk Mentawai-959 Bakal Derek Puing Pesawat Sriwijaya Air
-
Evakuasi Puing Besar Pesawat Sriwijaya Air, Kapal Perang Disiapkan
-
Perintah Panglima, KRI Teluk Mentawai Disiapkan Derek Puing Sriwijaya Air
-
Seorang Nelayan Hilang di Laut Mentawai, Pamitnya Pergi Memancing
-
Mentawai Diguncang Gempa, Tak Berpotensi Tsunami
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia