Riki Chandra
Senin, 23 Februari 2026 | 20:25 WIB
Hoaks non muslim dapat bantuan dana. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  • Klaim bantuan dana non muslim 2026 terbukti hoaks.

  • Kemenag bantah surat DAP kerja sama Australia.

  • Video presenter dimanipulasi AI, bukan bahas bantuan.

SuaraSumbar.id - Kabar mengenai Bantuan Dana untuk Masyarakat Non Muslim 2026 ramai beredar di media sosial dan menuai perhatian publik.

Informasi tersebut diunggah oleh akun Facebook “Pdt. Samuel Akihary” pada Selasa (27/01/2026) dalam bentuk video yang mengklaim adanya bantuan dana hingga miliaran rupiah.

Dalam narasi unggahan itu disebutkan adanya Bantuan Dana untuk Masyarakat Non Muslim 2026 sebesar Rp 200 juta hingga Rp 2 miliar sampai semester pertama 2025/2026.

Bantuan tersebut diklaim bertujuan menunjang operasional masyarakat non muslim dan gereja, termasuk pengembangan serta manajemen administrasi operasional di berbagai wilayah.

Unggahan itu juga menyebut Bantuan Dana untuk Masyarakat Non Muslim 2026 disalurkan kepada umat non muslim, gereja, tapekong, pura dan lainnya di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil.

Disebutkan pula inisiatif tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam mendukung kebebasan beragama di Indonesia.

Lantas, benarkah informasi tersebut?

Tim Cek Fakta TurnBackHoax melakukan penelusuran atas klaim tersebut. Tim menggunakan fitur Google Reverse Image Search untuk melacak gambar yang beredar dalam unggahan.

Hasilnya mengarah pada akun Facebook bernama Pdt Norman Ambarita M.Th. yang mencantumkan keterangan pada bagian bio terkait penyaluran bantuan untuk umat Nasrani melalui Kementerian Agama.

Untuk memastikan kebenaran informasi, tim memeriksa akun Instagram terverifikasi milik Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni @kemenag_ri dan @kemenagbimaskristen.

Dalam unggahan resmi yang dikutip pada Rabu (18/2/2026), Kementerian Agama mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap surat atau informasi palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI.

Kementerian Agama menegaskan bahwa beredarnya surat terkait penyaluran “Bantuan Dana DAP (Direct Aid Program)” yang mencatut kerja sama dengan Australia adalah tidak benar atau hoaks. Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap informasi bantuan yang tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah.

Selain itu, tim juga menelusuri cuplikan presenter televisi dalam video tersebut. Pencarian mengarah pada video yang diunggah melalui akun YouTube Shorts @bayotonga16. Video itu diketahui telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam versi aslinya, presenter tersebut tidak membahas dana bantuan, melainkan memberitakan peristiwa banjir di Batang Toru, Sumatera Selatan.

Kesimpulan

Klaim mengenai Bantuan Dana untuk Masyarakat Non Muslim 2026 dinyatakan sebagai konten palsu atau fabricated content karena telah dibantah resmi oleh Kementerian Agama dan didukung temuan manipulasi video menggunakan AI.

Load More