Sekitar pukul 15.45 WIB atau ketika hujan mulai berangsur gerimis, SuaraSumbar.id berjumpa dengan Kasri Satra. Dia menjamu duduk di Rumah Panggung yang dinamainya 'Rumah Pintar' dan pembangunannya kini masih terbengkalai.
Sembari sesekali menghela nafas panjang dibarengi senyuman tipis, Kasri membuka kisah awal kampung berpenduduk lebih dari 2.000 jiwa itu hingga sampai ke titik hari ini. Termasuk pahit getirnya merintis kemajuan kampung yang jauh dari hiruk-pikuk mesin kendaraan.
Dulunya, Nagari (desa) Talang Babungo termasuk tertinggal dari 74 Nagari di Kabupaten Solok. Namun, dari 7 jorong di Talang Babungo, Jorong Tabek lah yang terpencil. Kampungnya nyaris seperti rimba dipenuh semak dan tebu-tebu yang kadang tak terurus.
"Jangankan warga Padang, masyarakat Solok pun tak kenal Jorong Tabek. Sangat-sangat tertinggal dan memiriskan," kata suami Pelni Eliza itu memulai perbincangan.
Baca Juga: Alasan Paslon Gubernur Sumbar Nasrul Abit-Indra Catri Gugat KPU ke MK
Sebelum menetap di tanah kelahirannya, Kasri merantau ke Malaysia. Hampir 4 tahun lamanya berjuang mencari hidup di negeri Jiran. Namun nasib membawanya pulang yang akhirnya juga berjodoh dengan gadis asli Tabek.
Kasri mulai menetap di Tabek sejak 2004. Satu halnya mendasarinya pulang adalah untuk melanjutkan pengabdian kakaknya Ainismar (almarhumah), salah seorang pendiri Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Muallimin, sekolah pertama di kampung itu.
"Saya pulang karena pesan beliau meminta saya melanjutkan perjuangan MIS Muallimin yang berdiri atas air mata guru-guru. Sekolah swasta ini betul-betul reyot dulunya dan kini sedang menunggu status penegeriannya," kenang guru Bahasa Arab dan Penjaskes di MIS Muallim Tabek itu.
Aktif di madrasah tak membuat Kasri tumpul ide dan berkutat di ruang kelas. Dia justru semakin aktif memulai gerakan sosial pemuda di Jorong Tabek. Berbagai terobosan dilakukannya. Mulai dari gotongroyong rutin bersi-bersih kampung hingga bakti sosial kemasyarakatan lainnya.
Kasri sadar, gerakan sosial mengubah pola pikir masyarakat Tabek tidak semudah membalikkan telapak tangan. Belum lagi cemooh orang kampung yang menyebut kegiatan sosial sebatas hura-hura sehari dua hari. Banyak lagi nada miring yang sampai ke telinganya, namun semua dianggap angin lalu.
Baca Juga: Pria Sumbar Jual Motor Tetangga ke Pekanbaru Demi Nikahi Adik Kandung
"Malah makin semangat. Prinsip saya, bagaimana mau berubah kalau tidak mau memulai," tuturnya.
Berita Terkait
-
Apa Itu Manten Tebu? Tradisi yang Diangkat dalam Film Pabrik Gula
-
Mobil China Masuk Indonesia, Bos Toyota-Astra Motor: Persaingannya Semakin Brutal
-
Isuzu Mudik Gratis Berangkatkan Ratusan Sopir dan Mekanik Kendaraan Komersial ke Kampung Halaman
-
AHM Bawa 2.572 Konsumen Mudik Lebaran
-
Toyota Sebar Posko Siaga di 15 Titik Kawal Momen Mudik Lebaran 2025
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
8 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Pasaman Barat Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025, 3 Tewas!
-
Langkah Hebat Desa Wunut, Bagi-Bagi THR dan Sediakan Jaminan Sosial untuk Warga
-
Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Agam, BMKG Ungkap Pemicunya
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Minyak Telon Aromatik Habbie Sukses, Meraih Rekor MURI
-
Tragis! Penumpang Bus ALS Meninggal di Dharmasraya, Saksi Ungkap Detik-Detik Terakhir!