Riki Chandra
Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:20 WIB
Fenomena sinkhole di Limapuluh Kota. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  • Badan Geologi imbau warga tak percaya klaim air sinkhole bisa menyembuhkan penyakit.
  • Penelitian air dan tanah sinkhole Limapuluh Kota masih berlangsung.
  • Fenomena sinkhole umum terjadi Indonesia namun perlu diwaspadai.

SuaraSumbar.id - Isu tentang air sinkhole di Situjuah Batu, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit mendapat perhatian serius dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai klaim tersebut sebelum adanya kajian ilmiah yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Fenomena ini mencuat seiring meningkatnya kunjungan warga ke lokasi lubang runtuhan di Kabupaten Limapuluh Kota itu.

Peringatan soal air sinkhole disampaikan langsung oleh tim dari Badan Geologi Kementerian ESDM. “Kita mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu yang tidak berdasar mengenai air sinkhole dapat menyembuhkan penyakit,” kata Taufik Wirabuana, Sabtu (10/1/2026).

Pernyataan ini menegaskan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam menyikapi informasi yang belum memiliki dasar ilmiah.

Menurut Taufik, keyakinan warga terhadap air sinkhole muncul setelah banyak orang berdatangan ke Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota.

Warga mengambil air dari lubang runtuhan tersebut dan meyakininya dapat memberikan khasiat kesehatan. Kondisi ini mendorong Badan Geologi untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan peninjauan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat kita imbau tidak percaya air ini bisa menyembuhkan penyakit,” katanya.

Imbauan tersebut menjadi penekanan agar publik tidak terjebak pada informasi yang belum melalui proses penelitian yang memadai, khususnya terkait klaim kesehatan dari air sinkhole.

Taufik menjelaskan, tim dari Badan Geologi Kementerian ESDM telah melakukan penelitian awal di Kabupaten Limapuluh Kota.

Namun hingga saat ini, hasil analisis maupun kajian ilmiah tersebut belum dapat disampaikan ke publik karena proses penelitian masih terus berlangsung. Penelitian dilakukan secara bertahap untuk memastikan karakteristik fenomena yang terjadi.

Pada tahap awal, Badan Geologi meninjau langsung fenomena sinkhole atau lubang runtuhan yang muncul di area persawahan milik warga.

Selain observasi visual, tim juga melakukan kajian cepat dengan mengambil beberapa sampel berupa air dan tanah di sekitar lokasi. Sampel tersebut akan dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui kondisi geologi serta kandungan yang terdapat di dalamnya.

Fenomena sinkhole sendiri, lanjut Taufik, bukan hal baru di Indonesia. Kejadian serupa cukup umum ditemukan di berbagai wilayah, meski setiap daerah memiliki karakteristik geologi yang berbeda. Kondisi sinkhole di Sumatera Barat, misalnya, bisa saja tidak sama dengan yang muncul di Pulau Jawa atau wilayah lainnya.

Taufik juga membenarkan bahwa fenomena sinkhole dapat membahayakan apabila muncul di kawasan permukiman warga. Namun, untuk kejadian di Kabupaten Limapuluh Kota, lokasi sinkhole berada di area persawahan sehingga tidak langsung mengancam pemukiman.

Load More