- Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat 11.336 kasus HIV kumulatif hingga Triwulan IV 2025 dengan 6.990 pasien masih hidup.
- Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan penyebaran HIV tertinggi di Riau, menyumbang 58,20 persen dari total keseluruhan kasus.
- Dinkes Riau berupaya menekan penyebaran melalui program edukasi, deteksi dini bagi ratusan ribu warga, serta peningkatan layanan pengobatan.
SuaraSumbar.id - Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Provinsi Riau, melonjak tajam. Data terbaru hingga Triwulan IV 2025 mencatat jumlah kumulatif kasus telah mencapai 11.336 kasus, dengan 6.990 orang dengan HIV (ODHIV) masih hidup.
Angka ini tidak hanya menggambarkan tingginya penyebaran virus tersebut, namun juga menegaskan bahwa penularan HIV masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menyampaikan bahwa sebaran kasus mencakup 12 kabupaten/kota, dengan konsentrasi terbesar berada di Kota Pekanbaru.
“Total kumulatif temuan kasus HIV di Provinsi Riau sejak tahun 1997 sampai Triwulan IV 2025 adalah sebanyak 11.336 kasus, dengan jumlah ODHIV yang masih hidup sebanyak 6.990 orang,” katanya, melansir media center Riau, Minggu, 12 April 2026.
Data menunjukkan bahwa Pekanbaru menyumbang 58,20 persen atau 6.598 orang kasus HIV. Angka tersebut jauh melampaui wilayah lain yang masing-masing berada di bawah 10 persen.
Beberapa faktor yang memicu tingginya kasus di Pekanbaru antara lain jumlah penduduk yang besar hingga mobilitas yang tinggi.
Selain itu, keberadaan fasilitas layanan kesehatan HIV yang lebih lengkap juga membuat banyak pasien dari daerah lain memilih berobat di Pekanbaru.
“Kota Pekanbaru memiliki layanan HIV tertua di Riau yaitu RSUD Arifin Achmad, sehingga pasien-pasien lama dari kabupaten/kota banyak mengakses layanan di Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Untuk menekan laju penularan, Dinkes Provinsi Riau mengimplementasikan pendekatan STOP HIV.
Pendekatan edukatif menjadi salah satu fokus utama. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit tersebut. Berbagai metode sosialisasi dilakukan untuk menjangkau masyarakat luas.
“Menginformasikan kepada masyarakat apa itu penyakit HIV, bagaimana penularannya serta bagaimana mencegahnya merupakan faktor yang sangat penting untuk memutus mata rantai penularan,” ungkapnya.
Selain itu, upaya deteksi dini juga terus diperluas. Sepanjang tahun 2025, ratusan ribu orang telah menjalani pemeriksaan HIV.
"Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2025 telah melakukan testing HIV sebanyak 198.298 orang, dengan kasus HIV positif sebanyak 1.051 orang,” jelasnya.
Kemudian, layanan pengobatan juga terus ditingkatkan guna menekan risiko penularan lanjutan.
"Tahun 2025 tercatat sebanyak 4.172 orang mengakses layanan perawatan dukungan pengobatan HIV se-Provinsi Riau,” cetusnya.